Penulis jadi mengingat sebuah surat dalam Al Qur'an yang membentuk pola yang bagus dari segi hikmahnya dan semuanya terjamin di ujung surat tersebut, ayatnya berbunyi وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Ankabut 69) Yap surat ini ada sebuah pola bagus yang seakan akan menjadi penjabaran ayat di atas, yang mana surat al Ankabut dimulai dengan pertanyaan أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ( al Ankabut ayat 2 ) dan dijelaskan oleh para ulama bahwa setiap mukmin pasti diuji agar menjadi jelas tingkat kebenaran dan keteguhan mereka. Kemudian Allah memberikan contoh pada ayat selanjutnya, mulai dari kisah Saad bin Abi Waqqash yang diuji dengan orang tuanya (ayat 8) dan kisah para...
Allah berfirman فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ “Ketika anak itu telah sampai pada usia mampu berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku harus menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.’ Ia (Ismail) menjawab: ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’” (As Shaffat 102). Ayat ini bercerita tentang kisah Nabi Ibrahim yang menerima mimpi tentang beliau menyembelih anaknya (Ismail). Bagi para Nabi, mimpi bukanlah sekadar mimpi, namun itu adalah wahyu dari Allah, apalagi mimpi yang nabi Ibrahim alami tidak hanya sekali. Kemudian nabi Ibrahim menyampaikan hal itu kepada anaknya, dan meminta pendapat anaknya akan hal itu. Nabi Ibrahim memulai dengan:...
قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ١١١ قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١١٢ إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ١١٣ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٤ Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?" Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. ( Asy Syu'ara 111-114 ) Ketika Nabi Nuh berdakwah sangat lama, dan pengikutnya kebanyakan adalah orang orang lemah, miskin, dan sederhana , para pemuka dan orang kaya dengan sombongnya datang ke Nabi Nuh dan berkata قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ Karena mereka merasa tidak pantas untuk duduk bersama para rakyat jelata. I bnu Katsir menjelaskan bahwa mereka mau beriman kalau nabi Nuh mau mnegusir para pengiku...
Setelah nabi Ibrahim dan nabi Ismail berdiskusi dan bersepakat untuk melaksanakan perintah Allah yaitu menyembelih nabi Ismail, maka dijelaskan bahwa nabi Ibrahim digoda oleh setan sebanyak tiga kali untuk menghalang halangi perintah Allah tersebut. Yang pertama di jamrah Aqabah oleh nabi Ibrahim setan tersebut dilempar kerikil sebanyak 7 kali. Yang kedua dan ketiga di jamrah kedua dan ketiga , oleh nabi Ibrahim, setan itu dilempar kerikil masing masing 7 kali juga. Dijelaskan oleh Abdullah bin Abbas bahwa ini merupakan asal muasal manasik melempar jamrah. Kemudian setelah selesai, nabi Ismail berkata kepada nabi Ibrahim "Wahai ayahanda, tidak ada kain untuk mengafaniku selain baju yang kukenakan ini, maka bukalah bajuku ini agar nanti engkau dapat mengafaniku dengannya." Dijelaskan dalam surat Ash Shaffat 103 فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ “Ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan Ismail di atas pelipisnya.” (As-Saffat: 103) Kata تَلَّهُ...
Surat al Ahzab, yap surat dalam al Qur'an yang membuat penulis teringat dengan betapa heroiknya kaum muslimin dalam mempertahankan kota Madinah dari kepungan aliansi musuh . Sekitar 10000 pasukan musuh mengepung kaum muslimin di dalam kota Madinah. Rasulullah atas saran Salman al Farisi menginstruksikan kaum muslimin untuk membangun khandaq (parit) di salah satu batas kota Madinah. Pada pembangunan parit ini, ada satu kejadian yang cukup indah dan bisa kita teladani bersama. Kisahnya bermula ketika kaum menggali parit untuk menghadapi pasukan sekutu, kaum muslimin mengalami keadaan sangat berat, lapar berhari-hari, ditambah cuaca dingin, dan kerja sangat berat, bahkan perut Nabi ﷺ dan para sahabat sering diikat dengan batu untuk menahan lapar. Melihat kondisi itu, salah satu sahabat nabi yang bernama Jabir bin Abdullah pulang ke rumah dan berkata ke istrinya “Aku melihat Rasulullah dalam keadaan sangat lapar. Apakah kita punya sesuatu?”. Istrinya menjawab "kita hanya p...
Comments
Post a Comment
Mari berkomentar dengan baik dan bijak.....