Posts

Showing posts from June, 2017

Penggolongan Obat untuk Ibu Hamil

Image
Penggolongan obat pada kondisi ibu hamil ●        Kategori A Obat kategori ini setelah dilakukan uji kontrol pada wanita hamil tidak memperlihatkan adanya resiko pada janin saat kehamilan trisemester pertama dan tidak ada bukti resiko pada trisemester berikutnya. Contohnya Ascorbic acid, Liotyronine. ●        Katergori B Pada studi binatang percobaan tidak memperlihatkan resiko pada fetus. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan ditemukan bukti adanya pada kehamilan trimester berikutmya). Contohnya Ampicilin, Aprotinin, Acrivastine. ●        Kategori C Studi pada hewan menunjukan efek samping pada fetus (teratogenik) / embriosidal atau yang lainnya, tetapi belum ada studi control pada wanita hamil, obat harus diberikan hanya jika keuntungan lebih besar dari resiko pada fetus.  Contohnya Acetazolanide, Acetohexamide

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respons Pasien terhadap Obat

Image
a)       Kondisi Fisiologik -           Anak Faktor yang digunakan untuk menghitung dosis anak dari dosis dewasa antara lain usia, berat badan, luas permukaan tubuh, maupun kombinasi faktor-faktor tersebut. Perhitungan dosis berdasarkan usia dibagi menjadi beberapa kelompok usia yakni neonatus (sampai 1 bulan), bayi (sampai 1 tahun), anak (1-5 tahun), dan anak (6-12 tahun). Perhitungan dosis berdasarkan berat badan digunakan untuk menghitung dosis yang dinyatakan dalam mg/kg. Akan tetapi seringkali perhitungan dosis berdasarkan berat saja menghasilkan dosis anak yang terlalu kecil karena anak memiliki laju metabolisme lebih tinggi dan volume distribusi yang lebih besar sehingga per kg berat badannya seringkali membutuhkan dosis yang lebih besar dibanding dewasa Perhitungan obat berdasarkan luas permukaan tubuh lebih tepat untuk menghitung dosis anak karena banyak fenomena fisik lebih erat hubungannya dengan luas permukaan tubuh. -           Neonatus dan Bayi Prematur

Cara dan Aturan Pemberian Obat

Image
A. Cara pemberian -           Intra nasal : melalui membran mukosa pada hidung, kelebihannya bisa melewati blood-brain barrier, tidak perlu melalui metabolisme first pass hepatica, kelemahannya lebih sedikit obat yang bisa diberikan secara nasal daripada cara lain, contohnya adalah kalsitonin untuk penyakit osteoporosis. -           Oral Keuntungan : mudah,aman,murah tanpa alat,tanpa aseptik. Kekurangan : tidak bisa dipakai untuk orang pelupa, tidak bisa dipakai saat emergensi,bergantung pada kondisi perut,perlu kerjasama pasien (pasien dalam keadaan sadar). Contoh : BCG pada bayi -     Sublingual Keuntungan : obat terhindar dari metabolisme first pass hepatic. Kekurangannya : absorbsi tidak adekuat,membutuhkan kontrol agar pasien tidak menelan obat. Contoh : nitrogliserin untuk obat jantung. -           Inhalasi Keuntungan : cepat bereaksi,langsung kepada organ target,dapat digunakan saat emergensi.  Kekurangan : perlu metode khusus,obat sering mengiritasi pa