Posts

Dunia atau Akhirat

Image
Pada perang Uhud, Rasulullah menempatkan sekitar 50 pasukan pemanah di atas bukit Rumat guna melindungi pasukan yang berada di bawah dengan berpesan tidak meniggalkan posisi walau melihat pasukan yang berada di bawah menang atau pun kalah. Namun ketika melihat pasukan musuh mulai kocar kacir disertai dengan meninggalkan ghanimah yang cukup banyak, beberapa pasukan pemanah mengira bahwa kaum muslimin sudah menang dan berkata “Kita menang! Turunlah! Kita takut tidak kebagian ghanimah.” Abdullah bin Jabir berkata "Bukankah Rasulullah melarang kita turun?” Tapi 40 pasukan mengaibakannya dan hanya menyisakan 10 pasukan pemanah di atas. Khalid bin Walid, yang saat itu masih kafir, melihat celah kosongnya bukit tersebut, langsung berbalik arah menduduki bukit itu dan menghujani para kaum muslimin yang sedang di bawahnya hingga akhirnnya keadaan berbalik, yang awalnya berbuah kemenangan menjadi kacau balau. Sampai syahidlah 70 kaum muslimin pada perang Uhud. Pada kisah lain, terjadi antar...

Waktu Combo untuk Berdoa

Image
Sebagaimana yang pernah kita bahas dalam artikel sebelumnya Tentang Prioritas  akses di sini , kita jadi tahu bahwa sebuah amalan bisa bernilai lebih karena terikat waktu. Ibnu Qayyim menjelaskan  العمل يعظم بزمانه ومكانه Berhubung penulis menulis artikel ini saat bulan Ramadan dan hari Jumat, serta tempat penulis sedang turun hujan, jadi ingat beberapa waktu combo untuk berdoa, bahwa waktu ini sangat combo mustajabnya untuk berdoa, karena  1️⃣Masih berpuasa  ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ “Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya) Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat ...

Jagalah Amanah dan Bertaubatlah Segera

Image
Pada pengepungan Bani Quraidzah yang dilaksanakan Rasulullah beserta kaum muslimin setelah perang Ahzab dikarenakan pengkhianatan mereka, Rasulullah memerintahkan seluruh kaum muslimin untuk ikut mengepung benteng Bani Quraidzah. Melihat hal itu, bani Quraidzah sadar mereka tidak akan mampu menghadapi kaum muslimin dan mereka tidak mampu bertahan lama dalam bentengnya. Sebelumnya mereka menolak saran Kaab bin Asad yang mengatakan  Mengikuti Muhammad SAW (Beriman) Ka'ab mengajak kaumnya untuk mengikuti Nabi Muhammad SAW dan masuk Islam. Ia beralasan bahwa mereka telah melihat tanda-tanda kenabian pada diri beliau dan janji-janji dalam kitab mereka (Taurat) terbukti. Namun, usulan ini ditolak oleh mayoritas Bani Quraizhah. Membunuh Keluarga dan Menyerang Muhammad SAW Ka'ab menyarankan agar mereka membunuh istri dan anak-anak mereka sendiri, lalu keluar menyerang pasukan Muslimin dengan gagah berani hingga menang atau mati syahid. Jika kalah, setidaknya tidak ada beban keluarga ya...

Nabi saja Berdoa, Apalagi Kita?

Image
Al Qur'an surat Yusuf ayat 30-33 menceritakan tentang kisah nabi Yusuf yang digoda oleh istri al Aziz dan kabar hal itu yang tersebar seantero Mesir. Para waita Mesir menggunjingkan akan hal itu dan melimpahkan kesalahan itu ke istri al Aziz وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata". Kemudian istri al Aziz mengundang komunitas itu dalam sebuah jamuan untuk berkumpul dan sekadar melihat ketampanan nabi Yusuf فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَ...

Satu Diterima, Satunya Ditolak

Image
Ketika membaca al quran surat Yunus sampai di halaman 219-220 kita akan mendapat dua kisah bagus, pertama kisah taubatnya seseorang namun ditolak dan ada pula diterima Pada ayat 90-91 ۞ وَجَاوَزۡنَا بِبَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ الۡبَحۡرَ فَاَتۡبـَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ وَجُنُوۡدُهٗ بَغۡيًا وَّعَدۡوًا​ ؕ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدۡرَكَهُ الۡغَرَقُ قَالَ اٰمَنۡتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِىۡۤ اٰمَنَتۡ بِهٖ بَنُوۡۤا اِسۡرَآءِيۡلَ وَ اَنَا مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ‏ ٩٠ آٰلۡــٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنۡتَ مِنَ الۡمُفۡسِدِيۡنَ‏ ٩١ yang berarti : Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)." Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau t...

Dibalik Panggilan dan Seruan (Kisah Perang Hunain Bagian 2)

Image
Sesudah pasukan muslimin terkocar kacir karena serang musuh yang tiba-tiba, Rasulullah yang melihat itu tidak membuat beliau ikutan mundur, Rasulullah tetap tegak berdiri bersama sahabatnya yang setia (dalam riwayat ada 12 orang) yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Abbas bin Abdul Muthallib, Fadhal bin Abbas, Abu Sufyan bin Harist dan anaknya (Ja'far), Rabiah bin Harits, Usamah bin Zaid, Aiman bin Ummu Aiman, dan Muktib bin Abu Lahab.  Rasulullah dengan tekad maju ke depan dengan bighalnya seraya dipegangi oleh Abbas bin Abdul Muthallib dan Abu Sufyan bin Harist, dan  bersabda  أين يا عباد الله ؟ إلي أنا رسول الله  “Ke mana kalian, wahai hamba-hamba Allah? Kembalilah kepadaku, aku adalah Rasulullah. ” أنا النبي لا كذب أنا ابن عبد المطلب “ Aku adalah Nabi, tidak ada dusta.
Aku adalah putra ‘Abdul Muthallib " Begitulah seruan Rasulullah ketika melihat pasukan yang mundur. Ketika puncak puncaknya peperangan, Rasulullah meminta Abbas bin Abdul Muthall...

Berhati Hati dalam Berbangga Diri (Kisah Perang Hunain Bagian 1)

Image
Setelah terjadinya Fathu Makkah, Rasulullah dan muslimin berdiam diri di Makkah kurang lebih selama 15 hari, beliau menyelesaikan beberapa urusan di sana. Beliau mendengar berita bahwa beberapa kabila Arab berencana memerangi muslimin seperti kabil Tsaqif, Hawazin dan lainnya, yang mereka berkumpul untuk menuju lembah Hunain kurang lebih 15 km timur laut kota Makkah. Mereka berjumlah kurang lebih duapuluh sampai tigapuluh ribu pasukan. Menyikapi hal tersebut, Rasulullah mengumpulkan semua pasukan muslimin yang terdiri dari 12ribu personil, 10ribu personil dari Makkah dan 2ribu personil dari penduduk Mekkah yang baru saja masuk Islam, serta da sukarelawan dari kaum musyrikin Quraisy yang belum memeluk Islam sejumlah 80 pasukan termasuk Shafwan bin Umayyah.  Pada tanggal 6 Syawwal 8 Hijriyah, berangkatlah Rasulullah bersama pasukan ke lembah Hunain, dengan formasi barisan pejalan kaki diikuti barisan berkuda dan diiringi barisan unta yang sangat banyak. Sampai sampai masing masing ...

Hati-Hati akan Dzalim

Image
Suatu ketika Abu Bakar Ash Shidiq pernah berselisih paham tentang sebatang pohon kurma yang berada di perbatasan kebunnya antara kebun dia dan kebun Rabi'ah Al Aslami. Abu Bakar meyakini bahwa itu adalah kurma dia, begitu pula Rabi'ah menyakini demikian.  Sampai akhirnya perselisihan itu membuat Abu Bakar secara tidak sengaja mengucapkan perkataan yang kurang pantas kepada Rabi'ah, namun Rabi'ah yang menderngar itu hanya diam saja. Abu Bakar yang menyadari dia yang khilaf mengucapkan ini, langsung memintah Rabi'ah untuk membalasnya. Abu Bakar langsung berkata: “Wahai Rabi‘ah, katakanlah kepadaku seperti yang aku katakan kepadamu, agar menjadi qishash bagiku.” Rabi‘ah menolak karena sangat menghormati Abu Bakar. Namun Abu Bakar bersikeras. Beliau khawatir jika tidak dibalas di dunia, maka akan dibalas di akhirat. Rabi‘ah tetap menolak untuk membalas. Abu Bakr berkata: “Jika engkau tidak membalasnya, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah ﷺ.” Abu Bakar langsung pergi...

Keteladanan yang Utama

Image
 Surat Al Maidah ayat 27-31 menceritakan sebuah kisah tentang 2 anak nabi Adam وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ ٢٧  لَىِٕنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ٢٨  اِنِّيْٓ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْۤاَ بِاِثْمِيْ وَاِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِۚ وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَۚ ٢٩   فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٣٠  فَبَعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِى الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَالَ يٰوَيْلَتٰٓى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ  Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) m...

Kalau Sakit, Boleh Tidak Puasa?

Image
  Berkenan pertanyaan itu, memang sejalan dengan firman Allah di dalam surat Al Baqarah ayat 184 شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dalam tafsir yang dikeluarkan oleh markaz Tafsir Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan adanya keringan bagi orang yang sakit maupun safar untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari seusai jumlah hari yang ia tidak puasa. Lantas sakit apakah yang membolehkan hal itu? Apakah hanya sekadar sakit? Ibnu Sirin  mengambil pendapat yang terpenting sakit, maka su...