Posts

Nasehat Saat Momen Checkpoint (Nasehat dari Khutbah Idul Fitri)

Image
Alhamdulillah sampai kita di bulan Syawwal pada hari ini, hari ini banyak umat muslim yang melaksanakan sholat id dan mengumandangkan takbir id. Selepas sebulan penuh kita berpuasa dan digembleng di bulan Ramadan, maka seperti yang sudah kita bahas, kita baru akan mengalami ujian sebenarnya. Pada hari ini, penulis banyak mendapat nasehat dari khutbah Idul Fitri tadi pagi yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. M. Ghozali, M.Si., yang dilaksanakan di halaman Stadion Moh. Sarengat Batang. Beliau menjelaskan bahwa selepas bulan Ramadan, diperlukan 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu tingkatkan, istiqomahkan, dan tawakkal. Tingkatkan! Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelum ini, salah satu ciri diterimanya amalan seseorang adalah meningkatnya amalan tersebut atau terjaganya amalan tersebut (lebih rinci baca di  sini  ). Ustadz Ghozali menyebutkan ada setidaknya 5 amalan yang harusnya bisa terus ditingkatkan dan dilaksanakan di luar bulan Ramadan, yaitu 1. Puasa Setelah berpua...

Move On Saudaraku! Ini Baru yang Namanya Ujian

Image
Sampailah kita ini di hari terakhir bulan Ramadan , bulan yang di mana mudah sekali untuk berbuat amal sholih, kebajikan, dan sangat mudah untuk menghindari amal yang jelek. Bulan di mana keberkahan dibuka seluas luasnya, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Yaa, bulan ini akan meninggalkan kita. Setelah 30 hari lamanya kita dibentuk, mulai dari bangun sahur, dilanjut sholat subuh berjamaah, mendengarkan kuliah subuh, lanjut puasa seharian penuh, ditutup dengan menunggu buka puasa, sholat maghrib berjamaah, lantas shalat isya dan dilanjut qiyamul lail minimal 11 rakaat; kita secara tidak sadar sangat dimudahkan menjalankan amalan itu, namun hari ini bulan Ramadan akan meninggalkan kita.  Apakah dengan selesainya bulan ini, ujian kita sudah selesai? Ternyata tidak, ternyata ujian sebenarnya baru muncul setelah bulan Ramadan selesai. Apakah dengan selesainya bulan Ramadan ini, amalan kita yang capek capek kita jalani otomatis diterima oleh Allah? Apakah dengan selesainya bul...

Jangan Tergesa-gesa

Image
Tulisan edisi-edisi terakhir ini menyambung tulisan sebelumnya yang berjudul "Utamakan Bersabar", teman teman bisa membacanya di sini Allah berfirman (Al Qiyamah 16-19) لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ 16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ 17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. فَإِذَا قَرَأْنَٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ 18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ 19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Dalam hadits Shahih Bukhari disebutkan kisah bahwa ada suatu peristiwa di mana Rasulullah dikarenakan  keinginannya sangat kuat untuk menghafalkan wahyu yang turun sambil menggerak-gerakkan kedua bibir beliau.  Sampai Allah pun menurunkan wahyu, “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an kar...

Sudah Seharusnya Menyadari Diri Sendiri

Image
Di ujung bulan Ramadan kali, sudahkah kita melihat amal amal kita dalam sebulan kawan. Apakah amal yang kita perbuat ini niatnya gimana? Masihkah ikhlas atau sudah belok? Masihkah ada kesadaran diri kita dalam beramal atau sudah auto pilot sendiri? Sudahkah amal kita ini berkualitas atau karena hanya rutinitas saja? Di dalam surat Al Hasyr, yang diawali dengan kisah pengusiran Yahudi Bani Nadhir ini ada sebuah ayat yang membuat penulis terpecut akan semua yang sudah penulis lakukan selama 28 hari Ramadan ini.  يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Al Hasyr 18 ) Ayat ini didahului dengan perintah bertakwa dan ditutup pula dengan...

Allah yang Cukupkan

Image
Ada sebuah surat yang menjadi salah satu favorit penulis, yaitu surat an Najm. Sampailah pada ayat 43-45 dan 48, Allah memberikan dua perbandingan pada setiap ayatnya yang kelihatannya berlawananan. 1️⃣ Ayat 43 — Allah yang membuat manusia tertawa dan menangis وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى “Dan Dialah yang menjadikan manusia tertawa dan menangis.” kegembiraan manusia berasal dari Allah kesedihan juga berada dalam kehendak Allah Hikmah: Kadang manusia merasa dirinya yang membuat bahagia , padahal sebenarnya Allah yang menciptakan rasa itu di dalam hati. 2️⃣ Ayat 44 — Allah yang mematikan dan menghidupkan وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا Allah yang menentukan kematian Allah yang memberi kehidupan Tidak ada makhluk yang mampu menahan kematian ketika waktunya tiba. 3️⃣ Ayat 45 — Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى Allah yang menentukan jenis manusia, laki-laki dan perempuan adalah ciptaan-Nya ...

Sekali Lagi Tentang Bersabar

Image
Bulan Ramadan memang bulan yang sangat cocok untuk belajar akan kesabaran, dalam hadits disebutkan bahwa " puasa adalah separuh kesabaran" (HR Tirmidzi) . Kali ini penulis ketemu lagi dengan ayat-ayat yang ternyata kisah dibaliknya sangat mengajarkan kesabaran, iya sabar. Sampai sudah beberapa kali penulis mencatatkan tema tentang "sabar" sampai saat ini. Ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa " Sabar adalah separuh iman" , maka bari kita mulai kisah tentang kesabaran berikutnya. Kali ini, penulis sampai pada juz 26 , ada satu surat full yang turun secara penuh setelah terjadinya perjanjian Hudaibiyah, yaitu surat al Fath ayat 1-29 . Para ulama menjelaskan bahwa surat ini menjadi jaminan kepada kaum muslimin bahwa kaum muslimin akan memperoleh kemenangan yang nyata dan bahkan melebihi keuntungan yang didapat dari umroh pada tahun tersebut. Bisa dibilang surat ini turun sebagai penawar kekecewaan bagi kaum muslimin yang awalnya kuran...

Teladan Cara Berdakwah dari Saudaranya Fir'aun

Image
Ternyata tidak semua yang berhubungan dengan Fir'aun itu kafir, ada juga saudaranya yang mukmin dan menjadi pembela nabi Musa dan nabi Harun ketika berdakwah. Selain beriman kepada dua nabi tersebut, saudara Fir'aun itu pula selalu berusaha membela mereka. Hingga puncaknya seperti yang dijelaskan dalam surat Ghafir 26  وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِىٓ أَقْتُلْ مُوسَىٰ وَلْيَدْعُ رَبَّهُۥٓ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَن يُظْهِرَ فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْفَسَادَ Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi". Kemudian dijelaskan di ayat selanjutnya dari 28 sampai 44 tentang cara lelaki saudara fir'aun ini dalam berdakwah. وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَٰنَهُۥٓ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّىَ ٱللَّهُ وَقَدْ جَآءَكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ مِن رَّبّ...

Dengarkan Dulu dan Klarifikasi Dulu

Image
Dijelaskan dalam surat Shad ayat 21-26  وَهَلْ أَتَىٰكَ نَبَأُ ٱلْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا۟ ٱلْمِحْرَابَ “Dan sudahkah sampai kepadamu berita tentang orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat mihrab?” إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ “Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu ia terkejut karena mereka. Mereka berkata: ‘Jangan takut, kami adalah dua orang yang berselisih; sebagian kami berbuat zalim kepada yang lain. Maka berilah keputusan antara kami dengan benar, jangan menyimpang, dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.’” إِنَّ هَٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِىَ نَعْجَةٌ وَٰحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ “Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan kambing betina, sedangkan aku hanya mempunyai satu kambing betina. Dia berkata: ‘Serahkanlah kambingmu i...

Tutupilah Celah Maksiat dan Penghalang Ketaatan

Image
Setelah nabi Ibrahim dan nabi Ismail berdiskusi dan bersepakat untuk melaksanakan perintah Allah yaitu menyembelih nabi Ismail, maka dijelaskan bahwa nabi Ibrahim digoda oleh setan sebanyak tiga kali untuk menghalang halangi perintah Allah tersebut. Yang pertama di jamrah Aqabah oleh nabi Ibrahim setan tersebut dilempar kerikil sebanyak 7 kali. Yang kedua dan ketiga di jamrah kedua dan ketiga , oleh nabi Ibrahim, setan itu dilempar kerikil masing masing 7 kali juga. Dijelaskan oleh Abdullah bin Abbas bahwa ini merupakan asal muasal manasik melempar jamrah. Kemudian setelah selesai, nabi Ismail berkata kepada nabi Ibrahim "Wahai ayahanda, tidak ada kain untuk mengafaniku selain baju yang kukenakan ini, maka bukalah bajuku ini agar nanti engkau dapat mengafaniku dengannya."  Dijelaskan dalam surat Ash Shaffat 103   فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ “Ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan Ismail di atas pelipisnya.” (As-Saffat: 103) Kata تَلَّهُ...

Diskusi Bapak dan Anak

Image
Allah berfirman  فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ “Ketika anak itu telah sampai pada usia mampu berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku harus menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.’ Ia (Ismail) menjawab: ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’” (As Shaffat 102). Ayat ini bercerita tentang kisah Nabi Ibrahim yang menerima mimpi tentang beliau menyembelih anaknya (Ismail). Bagi para Nabi, mimpi bukanlah sekadar mimpi, namun itu adalah wahyu dari Allah, apalagi mimpi yang nabi Ibrahim alami tidak hanya sekali. Kemudian nabi Ibrahim menyampaikan hal itu kepada anaknya, dan meminta pendapat anaknya akan hal itu.  Nabi Ibrahim memulai dengan:...