Posts

Nabi saja Berdoa, Apalagi Kita?

Image
Al Qur'an surat Yusuf ayat 30-33 menceritakan tentang kisah nabi Yusuf yang digoda oleh istri al Aziz dan kabar hal itu yang tersebar seantero Mesir. Para waita Mesir menggunjingkan akan hal itu dan melimpahkan kesalahan itu ke istri al Aziz وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata". Kemudian istri al Aziz mengundang komunitas itu dalam sebuah jamuan untuk berkumpul dan sekadar melihat ketampanan nabi Yusuf فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَ...

Satu Diterima, Satunya Ditolak

Image
Ketika membaca al quran surat Yunus sampai di halaman 219-220 kita akan mendapat dua kisah bagus, pertama kisah taubatnya seseorang namun ditolak dan ada pula diterima Pada ayat 90-91 ۞ وَجَاوَزۡنَا بِبَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ الۡبَحۡرَ فَاَتۡبـَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ وَجُنُوۡدُهٗ بَغۡيًا وَّعَدۡوًا​ ؕ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدۡرَكَهُ الۡغَرَقُ قَالَ اٰمَنۡتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِىۡۤ اٰمَنَتۡ بِهٖ بَنُوۡۤا اِسۡرَآءِيۡلَ وَ اَنَا مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ‏ ٩٠ آٰلۡــٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنۡتَ مِنَ الۡمُفۡسِدِيۡنَ‏ ٩١ yang berarti : Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)." Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau t...

Dibalik Panggilan dan Seruan (Kisah Perang Hunain Bagian 2)

Image
Sesudah pasukan muslimin terkocar kacir karena serang musuh yang tiba-tiba, Rasulullah yang melihat itu tidak membuat beliau ikutan mundur, Rasulullah tetap tegak berdiri bersama sahabatnya yang setia (dalam riwayat ada 12 orang) yaitu Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Abbas bin Abdul Muthallib, Fadhal bin Abbas, Abu Sufyan bin Harist dan anaknya (Ja'far), Rabiah bin Harits, Usamah bin Zaid, Aiman bin Ummu Aiman, dan Muktib bin Abu Lahab.  Rasulullah dengan tekad maju ke depan dengan bighalnya seraya dipegangi oleh Abbas bin Abdul Muthallib dan Abu Sufyan bin Harist, dan  bersabda  أين يا عباد الله ؟ إلي أنا رسول الله  “Ke mana kalian, wahai hamba-hamba Allah? Kembalilah kepadaku, aku adalah Rasulullah. ” أنا النبي لا كذب أنا ابن عبد المطلب “ Aku adalah Nabi, tidak ada dusta.
Aku adalah putra ‘Abdul Muthallib " Begitulah seruan Rasulullah ketika melihat pasukan yang mundur. Ketika puncak puncaknya peperangan, Rasulullah meminta Abbas bin Abdul Muthall...

Berhati Hati dalam Berbangga Diri (Kisah Perang Hunain Bagian 1)

Image
Setelah terjadinya Fathu Makkah, Rasulullah dan muslimin berdiam diri di Makkah kurang lebih selama 15 hari, beliau menyelesaikan beberapa urusan di sana. Beliau mendengar berita bahwa beberapa kabila Arab berencana memerangi muslimin seperti kabil Tsaqif, Hawazin dan lainnya, yang mereka berkumpul untuk menuju lembah Hunain kurang lebih 15 km timur laut kota Makkah. Mereka berjumlah kurang lebih duapuluh sampai tigapuluh ribu pasukan. Menyikapi hal tersebut, Rasulullah mengumpulkan semua pasukan muslimin yang terdiri dari 12ribu personil, 10ribu personil dari Makkah dan 2ribu personil dari penduduk Mekkah yang baru saja masuk Islam, serta da sukarelawan dari kaum musyrikin Quraisy yang belum memeluk Islam sejumlah 80 pasukan termasuk Shafwan bin Umayyah.  Pada tanggal 6 Syawwal 8 Hijriyah, berangkatlah Rasulullah bersama pasukan ke lembah Hunain, dengan formasi barisan pejalan kaki diikuti barisan berkuda dan diiringi barisan unta yang sangat banyak. Sampai sampai masing masing ...

Hati-Hati akan Dzalim

Image
Suatu ketika Abu Bakar Ash Shidiq pernah berselisih paham tentang sebatang pohon kurma yang berada di perbatasan kebunnya antara kebun dia dan kebun Rabi'ah Al Aslami. Abu Bakar meyakini bahwa itu adalah kurma dia, begitu pula Rabi'ah menyakini demikian.  Sampai akhirnya perselisihan itu membuat Abu Bakar secara tidak sengaja mengucapkan perkataan yang kurang pantas kepada Rabi'ah, namun Rabi'ah yang menderngar itu hanya diam saja. Abu Bakar yang menyadari dia yang khilaf mengucapkan ini, langsung memintah Rabi'ah untuk membalasnya. Abu Bakar langsung berkata: “Wahai Rabi‘ah, katakanlah kepadaku seperti yang aku katakan kepadamu, agar menjadi qishash bagiku.” Rabi‘ah menolak karena sangat menghormati Abu Bakar. Namun Abu Bakar bersikeras. Beliau khawatir jika tidak dibalas di dunia, maka akan dibalas di akhirat. Rabi‘ah tetap menolak untuk membalas. Abu Bakr berkata: “Jika engkau tidak membalasnya, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah ﷺ.” Abu Bakar langsung pergi...

Keteladanan yang Utama

Image
 Surat Al Maidah ayat 27-31 menceritakan sebuah kisah tentang 2 anak nabi Adam وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ ٢٧  لَىِٕنْۢ بَسَطْتَّ اِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَّدِيَ اِلَيْكَ لِاَقْتُلَكَۚ اِنِّيْٓ اَخَافُ اللّٰهَ رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ٢٨  اِنِّيْٓ اُرِيْدُ اَنْ تَبُوْۤاَ بِاِثْمِيْ وَاِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِۚ وَذٰلِكَ جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَۚ ٢٩   فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٣٠  فَبَعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِى الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَالَ يٰوَيْلَتٰٓى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ  Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) m...

Kalau Sakit, Boleh Tidak Puasa?

Image
  Berkenan pertanyaan itu, memang sejalan dengan firman Allah di dalam surat Al Baqarah ayat 184 شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dalam tafsir yang dikeluarkan oleh markaz Tafsir Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan adanya keringan bagi orang yang sakit maupun safar untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari seusai jumlah hari yang ia tidak puasa. Lantas sakit apakah yang membolehkan hal itu? Apakah hanya sekadar sakit? Ibnu Sirin  mengambil pendapat yang terpenting sakit, maka su...

Tentang Prioritas

Image
Dalam Fathu Makkah yang terjadi adab 8 hijriyah bulan ramadan yang dipicu Bani Bakr yang menyerang Bani Khuza'ah. Bani Bakr sendiri merupakan sekutu kaum kafir qurasy pada perjanjian Hudaibiyah yang terjadi abad 6 Hijriyah. Setelah berlalu setahun lebih Bani Bakr bersekutu dengan Quraisy memerangi Bani Khuza’ah sekutu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas dasar permusuhan masa lampau antara kedua kabilah tersebut. Mereka dibantu oleh Quraisy dengan harta, senjata, dan tentara karena dendam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan demikian, maka mereka telah melanggar perjanjian Hudaibiyah dan mengobarkan api peperangan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah terjadi penyerangan, bani Khuza’ah segera berangkat ke Madinah meminta pertolongan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau mengabulkan permohonan mereka. Singkat kata Rasulullah memimpin kurang lebih 10ribu pasukan untuk ke Mekkah guna membebaskan kota Mekkah, Rasul...

4 Mimpi Pemuda

 Kisah ini dimulai seperti yang tertulis di dalam Kitab Syiar A’lam An-Nubala’.  Imam Adz Dzahabi sang penulisnya menceritakan kisah pertemuan empat pemuda istimewa.  Pemuda pertama adalah Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khottob. Ketiga pemuda lainnya adalah putra Zubair bin Awwam yang dilahirkan dari rahim Asma’ binti Abu Bakar-shahabiyah yang disebut Nabi sebagai Dzatun Niqatain-. Mereka adalah  Abdullah bin Zubair, ‘Urwah bin Zubair, dan Mush’ab bin Zubair. Mereka berkumpul di Hijr Ismail, setengah lingkaran yang ada di Ka’bah. Kemudian mereka duduk bersama. Ini pertemuan yang unik karena mereka membukanya dengan sebutan tamannaw yang berarti “berharaplah!”. Ya, ini adalah pertemuan berharap. Majelis harapan. Majelis impian. Majelis asa. Majelis cita-cita. Majelis ini dimulai dengan kalimat Abdullah bin Zubair, "uridu khilafah" “Saya ingin kekhilafahan.” Masya Allah… Anak muda yang ingin menjadi khalifah. Sejak muda telah berfikir cita-cita dan tanggung jawab ya...

Air Susu Ibu, Syariat, dan Medis

Image
Kita semua tahu bahwa air susu ibu atau yang biasa disebut dengan ASI itu memiliki banyak manfaat dan merupakan nutrisi terbaik bagi bayi yang tidak bisa digantikan oleh apapun. ASI selain bermanfaat untuk meningkatkan hubungan psikologis yang erat antara sang Ibu dan bayi, ASI juga langsung berkaitan dengan proses tumbuh kembang bayi. Bila ditinjau secara syariat menyusui atau memberikan ASI merupakan sebuah kewajiban bagi seorang ibu bahkan ada sebuah ancaman keras bagi ibu yang tidak mau menyusui anaknya tanpa adanya penghalang yang dibenarkan oleh syariat.  Dalam Shahih Ibnu Hibban nomor 749 dari Abu Umamah radhiallahu anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ, قُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ قِيلَ: هَؤُلَاءِ اللَّاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ  "…Kemudian malaikat mengajakku melanjutkan perjalanan tiba-tiba aku melihat perempuan yang payudaranya dicabik-cabik ular aku bertanya...