Meneladani Cara Nabi Zakariya Berdoa
Pada hari ini sampailah pada surat Maryam yang dimulai dengan permintaan hamba Allah yaitu nabi Zakariya رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَٰلِيَ مِن وَرَآئِي وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا “Wahai Rabbku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Rabbku. Dan sungguh aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak. Yang akan mewarisiku dan mewarisi keluarga Ya‘qub, dan jadikanlah ia, wahai Rabbku, seorang yang diridhai.” (Maryam 4-6) Mari kita perhatikan bagaimana Nabi Zakariya memulai doanya dengan menyebutkan seluruh kekurangan dan kelemahannya sertau menyatakan prasangka baik kepada Allah dan bahwabdiriny...