Prognosis, Takdir, Ikhtiar, dan Sabar
Tak jarang ketika bekerja di IGD sebagai dokter, penulis menemui di mana pasien tiba dengan kondisi yang sangat gawat darurat, atau dalam kajian kedaruratan masuk kriteria triase merah, mulai dari kondisi ancaman gagal nafas yang serius, penurunan kesadaran yang tidak jelas penyebabnya, atau resiko henti jantung yang tinggi. Di saat itulah, keluarga pasien atau bahkan sekadar orang yang mengantar walau bukan siapa siapanya sangat berharap besar kepada kami tenaga Kesehatan yang berada di IGD. Istilah orang awamnya itu nyawa di tangan kami, padahal kurang tepat. Di saat kondisi krusial seperti itu, penting sekali menekankan akan penglurusan takdir. Seniorku seorang konsulan penyakit dalam di rs tempatku bekerja pernah memberikan nasehat “ketika datang pasien dengan kondisi yang buruk atau ada peluang perburukan, maka sampaikan dengan sejelas jelasnya ke keluarga pasien akan kondisi itu, katakanlah kemungkinan terburuk terlebih dahulu yang bisa terjadi, lalu sampaikan resiko tindakan dan...