Alhamdulillah sampai kita di bulan Syawwal pada hari ini, hari ini banyak umat muslim yang melaksanakan sholat id dan mengumandangkan takbir id. Selepas sebulan penuh kita berpuasa dan digembleng di bulan Ramadan, maka seperti yang sudah kita bahas, kita baru akan mengalami ujian sebenarnya. Pada hari ini, penulis banyak mendapat nasehat dari khutbah Idul Fitri tadi pagi yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. M. Ghozali, M.Si., yang dilaksanakan di halaman Stadion Moh. Sarengat Batang. Beliau menjelaskan bahwa selepas bulan Ramadan, diperlukan 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu tingkatkan, istiqomahkan, dan tawakkal. Tingkatkan! Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelum ini, salah satu ciri diterimanya amalan seseorang adalah meningkatnya amalan tersebut atau terjaganya amalan tersebut (lebih rinci baca di sini ). Ustadz Ghozali menyebutkan ada setidaknya 5 amalan yang harusnya bisa terus ditingkatkan dan dilaksanakan di luar bulan Ramadan, yaitu 1. Puasa Setelah berpua...
Sampailah kita ini di hari terakhir bulan Ramadan , bulan yang di mana mudah sekali untuk berbuat amal sholih, kebajikan, dan sangat mudah untuk menghindari amal yang jelek. Bulan di mana keberkahan dibuka seluas luasnya, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Yaa, bulan ini akan meninggalkan kita. Setelah 30 hari lamanya kita dibentuk, mulai dari bangun sahur, dilanjut sholat subuh berjamaah, mendengarkan kuliah subuh, lanjut puasa seharian penuh, ditutup dengan menunggu buka puasa, sholat maghrib berjamaah, lantas shalat isya dan dilanjut qiyamul lail minimal 11 rakaat; kita secara tidak sadar sangat dimudahkan menjalankan amalan itu, namun hari ini bulan Ramadan akan meninggalkan kita. Apakah dengan selesainya bulan ini, ujian kita sudah selesai? Ternyata tidak, ternyata ujian sebenarnya baru muncul setelah bulan Ramadan selesai. Apakah dengan selesainya bulan Ramadan ini, amalan kita yang capek capek kita jalani otomatis diterima oleh Allah? Apakah dengan selesainya bul...
Jantung adalah organ berongga dan berotot seukuran kepalan, terletak di rongga dada sekitar antara tengah sternum anterior dan vertebra posterior. Jantung memiliki dasar lebar di atas dan meruncing membentuk titik di ujungnya (biasa disebut apeks) di bagian bawahnya. Jantung dibagi menjadi 2 bagian kanan dan kiriserta memiliki empat rongga, satu di atas dan satu di bawah di setiap bagian. Rongga atas biasa disebut dengan atrium yang berfungsi menerima darah kembali ke jantung (baik dari paru-paru maupun seluruh tubuh), rongga bagian bawah biasa disebut ventrikel yang berfungsi memompa darah dari jantung. Setiap bagian dipisahkan oleh septum yang mencegah pemcampuran darah dari kedua bagian jantung. Pemisahan ini sangat penting karena jantung bagian kanan fungsinya menerima dan memompa darah miskin O2 dan bagian kiri jantung menerima dan memompa darah kaya O2. ...
● Dosis adalah jumlah atau takaran obat yang diberikan kepada pasien dalam satuan berat, isi (volume) atau unit. Dosis obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi efek farmakologi obat (Jas, 2009). ● Dosis obat terdiri dari: ○ Dosis minimal: dosis yang paling kecil yang masih memberiakan efek terapeutik. ○ Dosis maksimal: dosis yang tertinggi yang masih dapat diberikan tanpa efek toksis ○ Dosis permulaan: dosis yang diberkan pada permulaan menggunaan obat untuk mencapai kadar tertentu dalam darah. ○ Dosis pemelihaaraan: dosis untuk menjaga agar penyakitnya tidak kambuh lagi. ○ Dosis terapeutik (dosis lazim, dosis medicinalis): dosis optimal atau yang paling baik. ○ Dosis toksik: pe...
Suatu kaidah penting yang harus diyakini adalah setiap penyakit pasti ada obatnya sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut" (HR al-Bukhari) Lantas sejatinya bagaimanakah hukum dalam berobat? Ketika kita membahas sebuah hukum berobat, maka kita tidak akan jauh dari prinsip keimanan kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk, dan juga kita akan sedikit menyinggung tentang ikhtiar dan tawakal Syekh Muhammad bin sholih Al utsaimin menjelaskan di dalam syaroh Al mumti bahwa ada tiga hal mengenai hukum berobat Yang pertama , jika memang dalam berobat itu diketahui benar-benar manfaatnya, terdapat sangkaan atau dugaan kuat adanya manfaat dari sebuah pengobatan, atau terdapat kemungkinan timbulnya bahaya jika meninggalkannya, maka hukum berobat dalam hal ini adalah wajib Sebagai contoh, misalnya seorang suam...
Makasih bgt bro info nya, sangat bermanfaat buat saya. hehe
ReplyDeleteJangan Lupa mampir ke blog EXPO Lowongan Kerja Terbaru ane ya Lowongan Kerja BUMN PT. Kereta Api Indonesia (Persero)