Cukup dengan Iman (Pelajaran dari Jabir bin Abdullah)



Surat al Ahzab, yap surat dalam al Qur'an yang membuat penulis teringat dengan betapa heroiknya kaum muslimin dalam mempertahankan kota Madinah dari kepungan aliansi musuh. Sekitar 10000 pasukan musuh mengepung kaum muslimin di dalam kota Madinah. Rasulullah atas saran Salman al  Farisi menginstruksikan kaum muslimin untuk membangun khandaq (parit) di salah satu batas kota Madinah. Pada pembangunan parit ini, ada satu kejadian yang cukup indah dan bisa kita teladani bersama. 

Kisahnya bermula ketika kaum menggali parit untuk menghadapi pasukan sekutu, kaum muslimin mengalami keadaan sangat berat, lapar berhari-hari, ditambah cuaca dingin, dan kerja sangat berat, bahkan perut Nabi ﷺ dan para sahabat sering diikat dengan batu untuk menahan lapar. Melihat kondisi itu, salah satu sahabat nabi yang bernama Jabir bin Abdullah pulang ke rumah dan berkata ke istrinya “Aku melihat Rasulullah dalam keadaan sangat lapar. Apakah kita punya sesuatu?”. Istrinya menjawab "kita hanya punya sedikit gandum dan seekor kambing kecil". Kemudian Jabir menyembelih kambing itu, istrinya menggigiling gandum serta membuat roti dan memasak daging. 

Setelah masak, Jabir diam diam mendatangi Rasulullah dan berkata “Wahai Rasulullah, aku punya sedikit makanan. Datanglah bersama satu atau dua orang.” Namun Nabi melakukan sesuatu yang mengejutkan, beliau berdiri dan berkata kepada seluruh pasukan “Wahai ahli Khandaq! Jabir telah menyiapkan makanan untuk kalian. Mari kita semua ke rumahnya!” Jabir sangat terkejut dan panik, ia pulang ke rumahnya dan berkata kepada istrinya “Rasulullah datang bersama seluruh pasukan!”. Sang istri pun menenangkan Jabir, karena ini merupakan perintah Rasulullah, istri Jabir yakin bahwa Rasulullah tidak akan membuat malu Jabir dan keluarganya.

Sampailah Rasulullah di rumah Jabir, maka Jabir dan istrinya menunggu instruksi dari Rasulullah, beliau memerintahkan roti dipanggang sedikit demi sedikit, kemudian mengambil daging dari panci, dan mendoakan makanan itu. Kemudian para sahabat diminta makan secara bergelombang. Sampai semua pasukan muslimin kenyang dengan makanan yang dihidangkan Jabir dan istrinya. Bahkan ketika semua sudah makan, makanannya tetap tersisa tidak habis. Sampai Rasulullah memerintahkan “Makanlah kalian dan berikanlah kepada orang lain, karena orang-orang sedang lapar.”

Dari kisah ini, banyak yang bisa kita ambil pelajaran
① Jabir dan istrinya mengajarkan dengan keimanan kepada Rasulullah dan ketaatan kepada perintahnya, tidak membuat mereka terhina.
② Rasulullah mengajarkan kepedulian sosial, meski yang diundang hanya rasulullah dan beberapa orang, tapi beliau mengundang semua pasukan karena kepedulian sosial ke semuanya.
③ Rasulullah mengajarkan lewat Jabir, bahwa memberi tidak membuat harta berkurang, malah dengan mukjizat Rasulullah, pemberian Jabir bisa membuat semua pasukan muslimin kenyang
④ Kadang keberkahan muncul bukan ketika kita merasa cukup, tetapi ketika kita tetap memberi walau sedikit
⑤ Rasulullah mengajarkan karakter kepemimpinan yang tidak menikmati makanan sendiri (tidak egois), berbagi dengan pasukan (peduli bersama), memuliakan sahabat (menumbuhkan keberanian), dan menguatkan iman pasukan. 

Allahu a'lam

Batang, 10 Maret 2026/ 21 Ramadan 1447
Rumah Tercinta



Ulul Albab

Sumber 
Kajian Ustadz Dr. Khalid Basalamah tentang perang Khandaq >>> referensi https://www.youtube.com/watch?v=2imekgYVLo0
Buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Jilid 2 karya KH Moenawar Chalil

Comments

Popular posts from this blog

KHGT dan Wujudul Hilal

Utamakan Bersabar

Hati Hati dalam Bersahabat

Karena Kita Terikat dengan Akad

Fisiologi Hipotalamus, Hipofisis Anterior, Hipofisis Posterior, dan Adrenal