Dengarkan Dulu dan Klarifikasi Dulu


Dijelaskan dalam surat Shad ayat 21-26 

وَهَلْ أَتَىٰكَ نَبَأُ ٱلْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا۟ ٱلْمِحْرَابَ
“Dan sudahkah sampai kepadamu berita tentang orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat mihrab?”

إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَٰطِ
“Ketika mereka masuk menemui Dawud lalu ia terkejut karena mereka. Mereka berkata: ‘Jangan takut, kami adalah dua orang yang berselisih; sebagian kami berbuat zalim kepada yang lain. Maka berilah keputusan antara kami dengan benar, jangan menyimpang, dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.’”

إِنَّ هَٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِىَ نَعْجَةٌ وَٰحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ
“Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan kambing betina, sedangkan aku hanya mempunyai satu kambing betina. Dia berkata: ‘Serahkanlah kambingmu itu kepadaku,’ dan dia mengalahkanku dalam perdebatan.”

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَقَلِيلٌ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ
Dawud berkata: “Sesungguhnya dia telah menzalimi kamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sungguh banyak dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan sedikit sekali mereka itu.” Kemudian Dawud menyadari bahwa Kami mengujinya, lalu ia memohon ampun kepada Tuhannya, dan ia tersungkur bersujud serta bertaubat.

Dijelaskan dalam ayat tadi bahwa suatu ketika  nabi Daud sedang berada di mihrabnya, tempat beliau biasa beribadah dan menyendiri untuk bermunajat kepada Allah. Ada dua orang lelaki tiba-tiba memanjat dinding mihrab dan masuk dari atas, bukan dari pintu seperti biasa.
Ketika melihat mereka, Nabi Daud terkejut dan merasa takut karena kedatangan mereka sangat mendadak.

Namun kedua orang itu berkata: “Jangan takut. Kami adalah dua orang yang sedang berselisih. Sebagian kami telah berbuat zalim kepada yang lain. Maka berilah keputusan di antara kami dengan adil dan tunjukkanlah kami jalan yang benar.”

Salah satu dari mereka kemudian menjelaskan masalahnya. Ia berkata kira-kira: “Saudaraku ini memiliki 99 kambing, sedangkan aku hanya memiliki 1 kambing. Tetapi ia ingin mengambil kambingku itu dan memintaku menyerahkannya kepadanya, bahkan ia menekanku dalam perdebatan.”
Artinya orang yang sudah memiliki banyak kambing masih ingin mengambil satu-satunya kambing milik saudaranya.

Setelah mendengar cerita itu, Nabi Daud berkata: “Sungguh dia telah menzalimi kamu dengan meminta kambingmu untuk ditambahkan kepada kambingnya.” Beliau juga berkata bahwa banyak orang yang berserikat sering saling menzalimi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Namun setelah peristiwa itu, nabi Daud menyadari sesuatu, secara zahir keputusan ini benar tetapi ternyata salah. Beliau merasa bahwa kejadian ini sebenarnya ujian dari Allah. Karena beliau memutuskan perkara setelah mendengar satu pihak saja, sementara pihak yang lain belum menjelaskan.
Maka Nabi Daud langsung:
• memohon ampun kepada Allah
• bersujud
• bertaubat dengan penuh kerendahan hati
Allah kemudian mengampuni Nabi Dawud dan tetap memberinya kedudukan mulia sebagaimana dijelaskan dalam ayat 25-26

Ustad Firanda menjelaskan kesalahan nabi Daud pada kasus ini adalah beliau terburu buru memberi keputusan, sebelum kedua pihak mengutarakan argumentasinya semua. Seharusnya beliau menunggu pernyataan pihak lainnya yang memiliki 99 kambing itu, hingga beliau dapat bener bener adil memberikan keputusan. 

Kisah ini mengajarkan kita 

1️⃣ Jangan hanya mendengar satu pihak

Dalam kisah itu, Nabi Daud mendengar cerita:

  • satu orang punya 99 kambing

  • yang lain punya 1 kambing

Lalu beliau langsung berkata bahwa yang 99 telah menzalimi, padahal dalam cerita itu pihak kedua belum berbicara. Karena itu setelahnya Nabi Daud sadar bahwa itu ujian dari Allah.

📌 Hikmah untuk kita:
Saat ada konflik atau berita:

  • jangan langsung percaya

  • jangan langsung memihak

  • dengarkan kedua belah pihak

2️⃣ Pentingnya tabayyun

Prinsip ini juga ditegaskan dalam ayat lain dalam Surah Al-Hujurat ayat 6:

“Jika datang kepada kalian orang fasik membawa berita, maka telitilah (tabayyun).”

Artinya kita harus:

  • mengecek informasi

  • memastikan kebenaran

  • tidak tergesa-gesa menilai.

Maka dalam kehidupan sekarang yang informasi banyak sekali dan gampang sekali bersliweran, hendaknya kita bisa mencari kebenaran infromasi tersebut sebelum asal share dan mempercayainya.

Allahu a'lam

Batang, 13 Maret 2026 / 24 Ramadan 1447 H
Rumah Tercinta


Ulul Albab

Sumber
Buku Mendulang Mutiara Faedah dari Kisah Para Nabi & Rasul karya Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc.,MA.,
https://web.suaramuhammadiyah.id/2019/09/23/kisah-daud-dan-dua-orang-yang-berperkara/

Comments

Popular posts from this blog

Ujian dan Pertolongan Allah itu Pasti

Kesombongan Menghalangi Petunjuk dan Susahnya Bersabar dengan Orang-orang Shalih

Diskusi Bapak dan Anak

Tutupilah Celah Maksiat dan Penghalang Ketaatan

Cukup dengan Iman (Pelajaran dari Jabir bin Abdullah)