Berhubung tadi malam itu muncul gerhana bulan, penulis jadi ingat yang selama ini penulis tanyakan dan beberapa teman penulis tanyakan. Hal yang mungkin membuat bertanya terutama bagi penulis adalah perbedaan antara KHGT dan wujudul hilal. Sebelumnya desclaimer dahulu, penulis menulis tulisan ini hanya untuk pengkajian pribadi dan menguploadnya untuk memback up saja, tidak untuk menjadi rujukan, karena saya bukanlah ulama yang bisa memberi fatwa kapan masuk tanggal hijriyah atau ahli astronomi yang bisa menghitung posisi benda langit.
Maka dalam tulisan ini, penulis tidak akan membahas dalil dalil syar’i nya karena itu benar benar di luar kompetensi penulis, di sini penulis hanya akan membahas tentang perbedaan kriteria KHGT dan wujudul hilal, dua hal yang sama sama dipakai oleh majlis Tarjih Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Pertama kita kenali dulu istilah yang biasa muncul
- Ijtimak (Konjungsi)>> Matahari–Bulan–Bumi berada pada satu garis bujur ekliptika. Ini menandai new moon secara astronomi.
- Tinggi Bulan (Altitude) >> Sudut ketinggian bulan dari ufuk saat matahari terbenam.
- Elongasi >> Jarak sudut Matahari–Bulan
- Umur bulan >> Selisih waktu setelah ijtimak
Hal yang dipakai untuk menentukan tanggal baru bulan hijriyah
1. Ijtimak (Konjungsi)
Matahari–Bulan–Bumi berada pada satu garis bujur ekliptika. Ini menandai new moon secara astronomi.
2. Posisi Bulan setelah Matahari terbenam
Apakah bulan sudah berada di atas ufuk atau belum.
3. Visibilitas Hilal
Apakah sabit tipis mungkin terlihat secara optik.
Mengenai Wujudul hilal
Seperti yang sudah dikenal, karena ini juga metode sudah lama. Kriteria Wujudul Hilal menetapkan awal bulan jika:
1. Sudah terjadi ijtima’ (konjungsi)
2. Ijtima’ terjadi sebelum matahari terbenam
3. Saat maghrib, bulan masih di atas ufuk (altitude > 0°)
Tidak ada syarat:
· Elongasi minimum
· Umur bulan minimum
· Visibilitas optik
Selama secara geometri bulan “wujud” (eksis) di atas horizon, maka masuk bulan baru.
Secara Astronomi: Apa Artinya “Di Atas Ufuk”?
Jika altitude bulan:
· +0,1° → sah menurut wujudul hilal
· +0,5° → sah
· +1° → sah
Padahal secara optik, pada altitude < 2°:
· Refraksi atmosfer besar
· Hamburan cahaya kuat
· Kontras sangat rendah
Hilal hampir mustahil terlihat.
Secara sains, metode ini menggunakan Geometric criterion, bukan Visibility criterion.
Ia hanya melihat:
· Koordinat benda langit
Bukan:
· Persepsi manusia
· Kontras cahaya
· Atmosfer
Wujudul hilal itu konsisten secara matematis, tetapi tidak selalu realistis secara optik.
Ia hanya memastikan “Bulan sudah eksis di langit setelah konjungsi.” Bukan memastikan “Bulan bisa dilihat manusia.”
Kita bahas KHGT
yang dikembangkan oleh Muhammadiyah adalah sistem kalender:
· Global (satu tanggal untuk seluruh dunia)
· Berbasis hisab presisi
· Menggunakan kriteria visibilitas hilal, bukan sekadar wujud geometris
Dengan target tidak ada lagi perbedaan tanggal antar negara
Secara teknis, matla’ berkaitan dengan:
· Perbedaan waktu terbenam matahari
· Perbedaan ketinggian bulan
· Perbedaan elongasi
· Akibat rotasi bumi & perbedaan bujur
Karena bumi bulat dan berputar, hilal tidak mungkin identik visibilitasnya di seluruh dunia pada momen yang sama.
KHGT (oleh Muhammadiyah) mengambil pendekatan:
Jika di satu titik bumi hilal memenuhi ambang visibilitas, maka seluruh dunia masuk tanggal baru.
Artinya:
· Tidak memakai matla’ lokal
· Menggunakan konsep matla’ global tunggal
KHGT ini diadopsi dari Konferensi Internasional di Turki tahun 2016 yang diikuti 150-an ahli dari 60 negara. Parameter KHGT Istanbul 2016 ini adalah
- Seluruh muka bumi adalah satu matla';
- Bulan baru dimulai apabila terjadi imkanu rukyat dengan ketinggian 5° dan elongasi 8° (IR 5+8) di suatu tempat mana pun di muka bumi sebelum pukul 00:00 UTC (GMT);
- Walaupun IR 5+8 terjadi setelah lewat pukul 00:00 UTC (GMT), bulan baru juga tetap dapat dimulai pada hari itu dengan ketentuan (a) IR 5+8 tersebut mencapai daratan benua Amerika, dan (b) ijtimak di zona waktu timur bumi terjadi sebelum fajar.
Kontroversi
Nah yang bakal menjadi perdebatan selanjutnya adalah
1️⃣ Masalah Zona Waktu Ekstrem
Misal:
· Hilal memenuhi kriteria di Amerika Selatan.
· Di Asia Timur saat itu sudah masuk dini hari.
Pertanyaan astronomisnya:
👉 Apakah logis tanggal berubah di tempat yang secara lokal belum mengalami sunset? Ini jadi perdebatan soal sinkronisasi waktu vs sinkronisasi fase bulan.
2️⃣ Hilal Belum Mungkin Terlihat di Timur
Secara fisik:
· Hilal mungkin sudah ≥6,4° di Chile
· Tapi di Indonesia elongasinya masih kecil
KHGT tetap menetapkan tanggal global. Sebagian astronom menganggap ini: “Mengabaikan realitas lokal visibilitas”
3️⃣ Garis Batas Tanggal Hijriah
KHGT harus membuat garis batas (semacam Islamic Date Line).
Kontroversinya:
· Garis itu konseptual, bukan fenomena alam
· Berbeda dengan International Date Line (yang berbasis rotasi bumi 24 jam)
4️⃣ Fase Bulan vs Lokasi Pengamat
Secara astronomi murni:
· Fase bulan itu global
· Tapi visibilitas itu lokal
KHGT memilih menyatukan berdasarkan fase global + ambang minimum di satu titik.
Kritik datang dari pendekatan yang menekankan: Visibilitas harus relevan dengan lokasi pengamat.
Maka muncullah dua pendekatan geosentrik (dihitung dari pusat bumi), ini yang dianut muhammadiyah, dan toposentrik (dihitung dari titik pengamat di permukaan bumi).
Nah berarti perlu adanya garis batas tanggal. Dari referensi yang penulis baca, dan dari melihat edaran dari Majlis Tarjih Muhammadiyah, mungkin bisa penulis rangkumkan
Garis Batas Tanggal Hijriah (Islamic Date Line) Itu Di Mana?
Jawaban singkatnya:
👉 Tidak tetap seperti International Date Line (180°).
👉 Ia dinamis, tergantung lokasi pertama di bumi yang memenuhi kriteria visibilitas hilal
Secara astronomis langkahnya begini:
1. Tentukan titik paling barat di bumi yang saat maghrib memenuhi kriteria visibilitas.
2. Dari titik itu, dunia bagian baratnya masuk tanggal 1.
3. Dunia bagian timurnya masih tanggal lama.
4. Garis pemisah inilah yang menjadi garis tanggal hijriah global.
Artinya:
· Garis ini mengikuti distribusi visibilitas hilal.
· Setiap bulan bisa bergeser.
· Bisa melengkung (tidak lurus).
Hal ini seperti yang terjadi di 1 ramadan 1447 tahun ini, bahwa pada tanggal 17 Februari 2026; pada sebelum jam 24.00 utc (waktu Greenwich) belum ada daerah yang memenuhi kriteria visibilitasnya, namun selepas 24.00 sudah ada yang memenuhi kriteria yaitu di daerah Alaska.
Kenapa Bisa Begitu?
Karena:
· Ijtimak terjadi siang UTC
· Saat bumi berputar, wilayah Amerika mengalami maghrib paling akhir
· Waktu dari ijtimak → maghrib di sana jadi cukup lama
· Sudut bulan terhadap matahari sudah melebar (elongasi ≥ 8°)
Sedangkan Asia & Afrika:
Sudah mengalami maghrib terlalu cepat setelah ijtimak → sudut belum cukup besar.
Nah jadi bisa penulis ambil kesimpulan perbedaan wujudul hilal dan khgt
| Aspek | Wujudul Hilal | KHGT |
|---|
| Fokus | Bulan “ada” | Bulan “layak terlihat” |
| Basis | Geometri | Observasional-empiris |
| Ambang tinggi | > 0° | ≥ 5° |
| Ambang elongasi | Tidak ada | ≥ 8° |
| Berlaku | Nasional/regional | Global |
| Garis tanggal | Lokal | Dinamis global |
Lantas manakah yang sesuai dengan dalil? Maka akan saya jawab, ya ndak tahu, kan saya menulis ini hanya mengumpulkan saja, bukan memberi fatwa wkwkw. Silakan teman teman tanyakan ke ulama masing-masing nggih.
Ingat, tulisan ini bukan untuk menggiring harus pakai metode mana, tapi hanya rasa penasaran penulis dengan perubahan kriteria hisab yang dipakai.
Oh iya penulis ingat ada yang bertanya apakah Alaska termasuk daratan Amerika, yang penulis baca jawabannya iya. Kalau Hawai? dia dianggap sebagai bagian dari permukaan sendiri di bumi ini, jadi tidak jadi satu kesatuan dengan negaranya dalam hal ini US (ini untuk ketentuan matla' KHGT aja lo yaaa)
Allahu a’lam
Batang, 4 Maret 2026/ 15 Ramadan 1447
Klinik Assyifa Batang
Ulul Albab
Sumber
Artikel yang tayang di suaramuhammadiyah.id dengan judul: Tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), https://www.suaramuhammadiyah.id/read/tentang-kalender-hijriah-global-tunggal-khgt
https://muhammadiyah.or.id/2025/10/maklumat-pp-muhammadiyah-tentang-penetapan-hasil-hisab-ramadan-syawal-dan-zulhijah-1447-h/
https://tarjih.or.id/plus-dan-minus-adopsi-khgt-oleh-muhammadiyah/
https://medium.com/himastron-itb/hilal-1ffbb3dc63d6
Comments
Post a Comment
Mari berkomentar dengan baik dan bijak.....