Posts

Showing posts with the label ikhtiar

Hukum Berobat

Image
Suatu kaidah penting yang harus diyakini adalah setiap penyakit pasti ada obatnya sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut" (HR al-Bukhari) Lantas sejatinya bagaimanakah hukum dalam berobat? Ketika kita membahas sebuah hukum berobat, maka kita tidak akan jauh dari prinsip keimanan kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk, dan juga kita akan sedikit menyinggung tentang ikhtiar dan tawakal Syekh Muhammad bin sholih Al utsaimin menjelaskan di dalam syaroh Al mumti  bahwa ada tiga hal mengenai hukum berobat Yang pertama , jika memang dalam berobat itu diketahui benar-benar manfaatnya, terdapat sangkaan atau dugaan kuat adanya manfaat dari sebuah pengobatan, atau terdapat kemungkinan timbulnya bahaya jika meninggalkannya, maka hukum berobat dalam hal ini adalah wajib Sebagai contoh, misalnya seorang suam...

Prognosis, Takdir, Ikhtiar, dan Sabar

Image
Tak jarang ketika bekerja di IGD sebagai dokter, penulis menemui di mana pasien tiba dengan kondisi yang sangat gawat darurat, atau dalam kajian kedaruratan masuk kriteria triase merah, mulai dari kondisi ancaman gagal nafas yang serius, penurunan kesadaran yang tidak jelas penyebabnya, atau resiko henti jantung yang tinggi. Di saat itulah, keluarga pasien atau bahkan sekadar orang yang mengantar walau bukan siapa siapanya sangat berharap besar kepada kami tenaga Kesehatan yang berada di IGD. Istilah orang awamnya itu nyawa di tangan kami, padahal kurang tepat. Di saat kondisi krusial seperti itu, penting sekali menekankan akan penglurusan takdir. Seniorku seorang konsulan penyakit dalam di rs tempatku bekerja pernah memberikan nasehat “ketika datang pasien dengan kondisi yang buruk atau ada peluang perburukan, maka sampaikan dengan sejelas jelasnya ke keluarga pasien akan kondisi itu, katakanlah kemungkinan terburuk terlebih dahulu yang bisa terjadi, lalu sampaikan resiko tindakan dan...

IKHTIAR, TAWAKAL, SIMPATI, DAN EMPATI

Pada suata hari ada seorang siswa MTs yang ingin sekali memenangkan perlombaan pidato bahasa inggris. Setiap hari ia membaca teks pidato tersebut, ia baca pidato itu dengan sungguh-sungguh dan ia pahami dengan benar. Akhirnya hari perlombaanpun datang. Ia sangat deg-degan ketika namanya dipanggil oleh dewan juri. Ia maju dan berusaha membaca pidato itu dengan suara tegas. Setelah perlombaan berakhir ia sangat penasaran dengan hasil perlombaan itu. Ia menyerahkan hasil perlombaan itu hanya kepada Allah. Ia hanya meminta kepada Allah agar ia menang. Namun, setelah dewan juri mengumumkan hasil tersebut ia sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia hanya mendapatkan juara harapan 1 yaitu juara 4. Ia hampir saja marah dengan Allah atas hasil tersebut, tetapi ia ingat akan pesan guru akhlaknya bahwasanya yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah yang terbaik bagi kita. Ketika ia ingat perkataan guru akhlaknya ia langsung mengucap istighfar dan berfikir tentang hasil perlombaan tersebut. Ia ...

IKHTIAR, TAWAKAL, SIMPATI, DAN EMPATI

Pada suata hari ada seorang siswa MTs yang ingin sekali memenangkan perlombaan pidato bahasa inggris. Setiap hari ia membaca teks pidato tersebut, ia baca pidato itu dengan sungguh-sungguh dan ia pahami dengan benar. Akhirnya hari perlombaanpun datang. Ia sangat deg-degan ketika namanya dipanggil oleh dewan juri. Ia maju dan berusaha membaca pidato itu dengan suara tegas. Setelah perlombaan berakhir ia sangat penasaran dengan hasil perlombaan itu. Ia menyerahkan hasil perlombaan itu hanya kepada Allah. Ia hanya meminta kepada Allah agar ia menang. Namun, setelah dewan juri mengumumkan hasil tersebut ia sangat kecewa dengan hasil tersebut. Ia hanya mendapatkan juara harapan 1 yaitu juara 4. Ia hampir saja marah dengan Allah atas hasil tersebut, tetapi ia ingat akan pesan guru akhlaknya bahwasanya yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah yang terbaik bagi kita. Ketika ia ingat perkataan guru akhlaknya ia langsung mengucap istighfar dan berfikir tentang hasil perlombaan tersebut. Ia ...