Posts

Showing posts with the label obat

Kalau Sakit, Boleh Tidak Puasa?

Image
  Berkenan pertanyaan itu, memang sejalan dengan firman Allah di dalam surat Al Baqarah ayat 184 شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dalam tafsir yang dikeluarkan oleh markaz Tafsir Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan adanya keringan bagi orang yang sakit maupun safar untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari seusai jumlah hari yang ia tidak puasa. Lantas sakit apakah yang membolehkan hal itu? Apakah hanya sekadar sakit? Ibnu Sirin  mengambil pendapat yang terpenting sakit, maka su...

Hukum Berobat

Image
Suatu kaidah penting yang harus diyakini adalah setiap penyakit pasti ada obatnya sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً "Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan akan menurunkan pula obat untuk penyakit tersebut" (HR al-Bukhari) Lantas sejatinya bagaimanakah hukum dalam berobat? Ketika kita membahas sebuah hukum berobat, maka kita tidak akan jauh dari prinsip keimanan kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk, dan juga kita akan sedikit menyinggung tentang ikhtiar dan tawakal Syekh Muhammad bin sholih Al utsaimin menjelaskan di dalam syaroh Al mumti  bahwa ada tiga hal mengenai hukum berobat Yang pertama , jika memang dalam berobat itu diketahui benar-benar manfaatnya, terdapat sangkaan atau dugaan kuat adanya manfaat dari sebuah pengobatan, atau terdapat kemungkinan timbulnya bahaya jika meninggalkannya, maka hukum berobat dalam hal ini adalah wajib Sebagai contoh, misalnya seorang suam...

Penggolongan Obat untuk Ibu Hamil

Image
Penggolongan obat pada kondisi ibu hamil ●        Kategori A Obat kategori ini setelah dilakukan uji kontrol pada wanita hamil tidak memperlihatkan adanya resiko pada janin saat kehamilan trisemester pertama dan tidak ada bukti resiko pada trisemester berikutnya. Contohnya Ascorbic acid, Liotyronine. ●        Katergori B Pada studi binatang percobaan tidak memperlihatkan resiko pada fetus. Studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak didapati pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan ditemukan bukti adanya pada kehamilan trimester berikutmya). Contohnya Ampicilin, Aprotinin, Acrivastine. ●        Kategori C Studi pada hewan menunjukan efek samping pada fetus (teratogenik) / embriosidal atau yang lainnya, tetapi belum ada studi control pada wanita hamil, obat harus diberikan hanya jika...

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Respons Pasien terhadap Obat

Image
a)       Kondisi Fisiologik -           Anak Faktor yang digunakan untuk menghitung dosis anak dari dosis dewasa antara lain usia, berat badan, luas permukaan tubuh, maupun kombinasi faktor-faktor tersebut. Perhitungan dosis berdasarkan usia dibagi menjadi beberapa kelompok usia yakni neonatus (sampai 1 bulan), bayi (sampai 1 tahun), anak (1-5 tahun), dan anak (6-12 tahun). Perhitungan dosis berdasarkan berat badan digunakan untuk menghitung dosis yang dinyatakan dalam mg/kg. Akan tetapi seringkali perhitungan dosis berdasarkan berat saja menghasilkan dosis anak yang terlalu kecil karena anak memiliki laju metabolisme lebih tinggi dan volume distribusi yang lebih besar sehingga per kg berat badannya seringkali membutuhkan dosis yang lebih besar dibanding dewasa Perhitungan obat berdasarkan luas permukaan tubuh lebih tepat untuk menghitung dosis anak karena banyak fenomena fisik lebih erat hubungannya ...