Posts

Showing posts with the label puasa

Bertaqwalah Sesuai Kemampuan

Image
Pada bulan Syawal begitu banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan. Tak ayal banyak sekali yang melemparkan pertanyaan ke penulis kalau bulan Syawal adalah bulan walimah, maka kapan undangan walimah penulis disebar? Padahal, bulan yang disebut para ulama adalah bulan dimulainya ujian setelah bulan Ramadan ini banyak amalan sunnah yang bisa dilaksanakan dan bisa dibilang spesial di bulan ini, sudah kita bahas bersama bahwa  Ibnu Qayyim menjelaskan العمل يعظم بزمانه ومكانه "Amal menjadi besar karena waktu dan tempatnya." (lebih lengkap buka di  sini ), salah tiga yang bisa muncul di bulan ini adalah Sholat Idul Fitri Sholat Id, para ulama menjelaskan ini bukanlah amalan yang khusus muncul saat bulan Syawal, namun pelaksanaanya terjadi di tanggal 1 Syawal , maka otomatis hanya bisa dilaksanakan saat itu. Hukumnya sendiri sunnah muakadah. Pada pelaksanaanya banyak sekali amalan sunnah yang bisa dilakukan, seperti memakai pakaian terbaik, makan terlebih dahulu, memperbanyak takbi...

Nasehat Saat Momen Checkpoint (Nasehat dari Khutbah Idul Fitri)

Image
Alhamdulillah sampai kita di bulan Syawwal pada hari ini, hari ini banyak umat muslim yang melaksanakan sholat id dan mengumandangkan takbir id. Selepas sebulan penuh kita berpuasa dan digembleng di bulan Ramadan, maka seperti yang sudah kita bahas, kita baru akan mengalami ujian sebenarnya. Pada hari ini, penulis banyak mendapat nasehat dari khutbah Idul Fitri tadi pagi yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. M. Ghozali, M.Si., yang dilaksanakan di halaman Stadion Moh. Sarengat Batang. Beliau menjelaskan bahwa selepas bulan Ramadan, diperlukan 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu tingkatkan, istiqomahkan, dan tawakkal. Tingkatkan! Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelum ini, salah satu ciri diterimanya amalan seseorang adalah meningkatnya amalan tersebut atau terjaganya amalan tersebut (lebih rinci baca di  sini  ). Ustadz Ghozali menyebutkan ada setidaknya 5 amalan yang harusnya bisa terus ditingkatkan dan dilaksanakan di luar bulan Ramadan, yaitu 1. Puasa Setelah berpua...

Move On Saudaraku! Ini Baru yang Namanya Ujian

Image
Sampailah kita ini di hari terakhir bulan Ramadan , bulan yang di mana mudah sekali untuk berbuat amal sholih, kebajikan, dan sangat mudah untuk menghindari amal yang jelek. Bulan di mana keberkahan dibuka seluas luasnya, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Yaa, bulan ini akan meninggalkan kita. Setelah 30 hari lamanya kita dibentuk, mulai dari bangun sahur, dilanjut sholat subuh berjamaah, mendengarkan kuliah subuh, lanjut puasa seharian penuh, ditutup dengan menunggu buka puasa, sholat maghrib berjamaah, lantas shalat isya dan dilanjut qiyamul lail minimal 11 rakaat; kita secara tidak sadar sangat dimudahkan menjalankan amalan itu, namun hari ini bulan Ramadan akan meninggalkan kita.  Apakah dengan selesainya bulan ini, ujian kita sudah selesai? Ternyata tidak, ternyata ujian sebenarnya baru muncul setelah bulan Ramadan selesai. Apakah dengan selesainya bulan Ramadan ini, amalan kita yang capek capek kita jalani otomatis diterima oleh Allah? Apakah dengan selesainya bul...

Kalau Sakit, Boleh Tidak Puasa?

Image
  Berkenan pertanyaan itu, memang sejalan dengan firman Allah di dalam surat Al Baqarah ayat 184 شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dalam tafsir yang dikeluarkan oleh markaz Tafsir Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah dijelaskan bahwa ayat ini menjelaskan adanya keringan bagi orang yang sakit maupun safar untuk tidak berpuasa dan menggantinya di lain hari seusai jumlah hari yang ia tidak puasa. Lantas sakit apakah yang membolehkan hal itu? Apakah hanya sekadar sakit? Ibnu Sirin  mengambil pendapat yang terpenting sakit, maka su...