Posts

Showing posts with the label sombong

Kesombongan Menghalangi Petunjuk dan Susahnya Bersabar dengan Orang-orang Shalih

Image
 قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ١١١ قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١١٢ إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ١١٣ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٤ Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?" Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. ( Asy Syu'ara 111-114 ) Ketika Nabi Nuh berdakwah sangat lama, dan pengikutnya kebanyakan adalah orang orang lemah, miskin, dan sederhana , para pemuka dan orang kaya dengan sombongnya datang ke Nabi Nuh dan berkata   قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ Karena mereka merasa tidak pantas untuk duduk bersama para rakyat jelata. I bnu Katsir menjelaskan bahwa mereka mau beriman kalau nabi Nuh mau mnegusir para pengiku...

Berhati Hati dalam Berbangga Diri (Kisah Perang Hunain Bagian 1)

Image
Setelah terjadinya Fathu Makkah, Rasulullah dan muslimin berdiam diri di Makkah kurang lebih selama 15 hari, beliau menyelesaikan beberapa urusan di sana. Beliau mendengar berita bahwa beberapa kabila Arab berencana memerangi muslimin seperti kabil Tsaqif, Hawazin dan lainnya, yang mereka berkumpul untuk menuju lembah Hunain kurang lebih 15 km timur laut kota Makkah. Mereka berjumlah kurang lebih duapuluh sampai tigapuluh ribu pasukan. Menyikapi hal tersebut, Rasulullah mengumpulkan semua pasukan muslimin yang terdiri dari 12ribu personil, 10ribu personil dari Makkah dan 2ribu personil dari penduduk Mekkah yang baru saja masuk Islam, serta da sukarelawan dari kaum musyrikin Quraisy yang belum memeluk Islam sejumlah 80 pasukan termasuk Shafwan bin Umayyah.  Pada tanggal 6 Syawwal 8 Hijriyah, berangkatlah Rasulullah bersama pasukan ke lembah Hunain, dengan formasi barisan pejalan kaki diikuti barisan berkuda dan diiringi barisan unta yang sangat banyak. Sampai sampai masing masing ...

Menjaga lisan, hati, dan keikhlasan dari kesombongan

Image
Suatu ketika seorang ulama terkenal menceritakan pengalaman dirinya sewaktu masih remaja, ia adalah seorang yang rajin beribadah siang malam, shalat lima waktunya selalu ia jaga, shalat sunnah rawatib tak ketinggalan, puasa sunnah jalan terus, dan shalat malam selalu ia tunaikan. Ketika seisi rumah sedang terlelap ia selalu bangun untuk melaksanakan shalat malam, ia melakukannya sendiri dan tiap hari. Hingga suatu saat ia tiba tiba mengeluh dan merasa paling shalih di rumah itu seraya berkata "Kalian orang orang yang sama dengan orang yang lain, kalian tetap saja tidur seperti tidurnya orang mati tak bangun sedikit pun walau ada orang yang melaksanakan shalat lail." Ternyata secara tak sengaja keluhan dan kesombongan itu didengar oleh ayahnya, maka dengan bijak sang ayah menghampiri ulama tersebut yang notabene adalah anaknya sambil berkata "Wahai anakku, lebih baik engkau juga tidur bila tidak ada yang dapat engkau kerjakan selain mencari kesalahan orang lain...

TAKABUR

Sombong atau takabur adalah suatu sikap yang menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya dan merendahkan orang lain. Kebiasaan ini biasa dilakukan orang yang mempunyai kelebihan dibandingkan orang lain. Perilaku ini sangat dibenci orang lain dan sudah dilarang oleh Islam dikarenakan jika ada sifat sombong itu maka akan berakibat buruk bagi tali silaturahim dan tali silaturahmi antarmanusia. Sombong dapat berupa sikap enggan berkumpul dengan orang lain yang tidak sederajat dengannya dan masih banyak lagi contohnya. Sekarang perilaku sombong sudah banyak diperbuat oleh manusia mulai dari orang tua, remaja, sampai pelajar. Hal yang biasa dilakukan oleh orang tua adalah jika mendapat harta yang banyak maka ia tidak mau menyisihkan sedikit dari harta bendanya untuk beramal, perilaku itulah yang menyebabkan dirinya sombong. Pelajar pun melakukan hal yang sombong dengan secara tidak sadar, yaitu dengan tidak memperhatikan apa yang sedang dijelaskan oleh gurunya dengan cara melakukan suatu hal...