Kesombongan Menghalangi Petunjuk dan Susahnya Bersabar dengan Orang-orang Shalih
قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ١١١
قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١١٢
إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ١١٣
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٤
Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?" Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. (Asy Syu'ara 111-114)
Ketika Nabi Nuh berdakwah sangat lama, dan pengikutnya kebanyakan adalah orang orang lemah, miskin, dan sederhana, para pemuka dan orang kaya dengan sombongnya datang ke Nabi Nuh dan berkata
قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ
Karena mereka merasa tidak pantas untuk duduk bersama para rakyat jelata. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka mau beriman kalau nabi Nuh mau mnegusir para pengikutnya yang lemah dan miskin itu.
Kemudian nabi Nuh menjawab
قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ
Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
Syaikh Abdurrahman as Sa'di menjelaskan nabi Nuh mengatakan,”dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman,” sebab mereka tidak berhak diusir dan dihina, melainkan mereka lebih berhak dihormati, baik dengan perkataan maupun perbuatan.
Kemudian para pemuka tadi tetap tidak beriman kepada nabi Nuh. Nabi Nuh menegaskan tugasnya:
إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ
“Aku hanyalah pemberi peringatan yang jelas.” (QS. Ash-Shu'ara:115)
Hikmah kisah ini
- Kesombongan sosial sering menjadi penghalang iman.
- Banyak nabi justru pertama kali diikuti orang lemah dan tertindas.
- Dakwah tidak boleh mengorbankan orang beriman demi elite.
- Utbah ibn Rabi'ah
- Shaybah ibn Rabi'ah
- Al-Walid ibn al-Mughirah
- Al-Aqra' ibn Habis (dalam sebagian riwayat)
datang kepada Nabi Muhammad. Mereka sebenarnya ingin mendengar dan berdiskusi tentang Islam. Namun ketika mereka datang, mereka melihat di sekitar Nabi ada sahabat-sahabat yang miskin dan sederhana seperti:
- Bilal ibn Rabah
- Ammar ibn Yasir
- Abdullah ibn Mas'ud
- Suhaib ar-Rumi
Para pembesar Quraisy merasa gengsi duduk bersama mereka. Lalu mereka berkata kira-kira:
“Kalau engkau ingin kami mengikuti dan mendengarkanmu, maka usirlah orang-orang ini dari majelismu. Kami malu duduk bersama mereka.”
Menurut sebagian penjelasan dalam Tafsir Ibn Katsir, Nabi sempat berharap jika para pemimpin Quraisy ini mau masuk Islam maka banyak orang akan mengikuti mereka. Karena itu sempat terlintas kemungkinan untuk mengatur majelis berbeda.
Lantas Allah menurunkan al Kahfi 28
1. Orang saleh mengingatkan kita ketika salah
Jika seseorang dekat dengan orang saleh, ia akan sering:
- dinasihati
- diingatkan
- ditegur
Bagi ego manusia, ini terasa tidak nyaman.
2. Standar hidup mereka lebih tinggi
Orang saleh biasanya:
- lebih disiplin ibadah
- menjaga lisan
- menjaga waktu
- menghindari maksiat.
Ini membuat orang yang belum terbiasa merasa:
- tidak enak
- merasa “terlihat buruk”.
Padahal sebenarnya itu cermin untuk memperbaiki diri.
3. Mereka tidak selalu mengikuti hawa nafsu
Teman biasa sering mengikuti:
- keinginan kita
- kesenangan kita.
Tetapi orang saleh biasanya berkata:
- “itu tidak baik”
- “lebih baik tinggalkan.”
Ini membuat sebagian orang merasa dibatasi.
4. Bersama orang saleh menuntut perbaikan diri
Lingkungan saleh membuat seseorang harus:
- memperbaiki akhlak
- memperbaiki ibadah
- memperbaiki niat.
Itulah sebabnya Allah mengatakan “bersabarlah bersama mereka” dalam Al-Kahf. Artinya:
-
jangan meninggalkan mereka hanya karena terasa berat.
5. Nafsu manusia cenderung mencari yang mudah
Menurut ulama seperti Ibn Qayyim al-Jawziyya, jiwa manusia cenderung:
- suka santai
- suka pujian
- tidak suka dikoreksi.
Sedangkan orang saleh sering menjadi cermin kekurangan kita. Karena itu terasa berat.
Ada satu perkataan ulama yang sangat dalam tentang ini:
مجالسة الصالحين ثقيلة على النفس أولاً، ثم تصير من ألذ النعيم
“Duduk bersama orang saleh terasa berat di awal, tetapi kemudian menjadi kenikmatan yang paling indah.”
Semoga kita senantiasa bisa membersamai orang orang sholih dalam perjuangan kita menghadapi kehidupan.
Batang, 8 Maret 2026/ 19 Ramadan 1447
Masjid Bustanul Jannah
Ulul Albab
Sumber

Comments
Post a Comment
Mari berkomentar dengan baik dan bijak.....