Ujian dan Pertolongan Allah itu Pasti
Penulis jadi mengingat sebuah surat dalam Al Qur'an yang membentuk pola yang bagus dari segi hikmahnya dan semuanya terjamin di ujung surat tersebut, ayatnya berbunyi
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Ankabut 69)
Yap surat ini ada sebuah pola bagus yang seakan akan menjadi penjabaran ayat di atas, yang mana surat al Ankabut dimulai dengan pertanyaan أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (al Ankabut ayat 2) dan dijelaskan oleh para ulama bahwa setiap mukmin pasti diuji agar menjadi jelas tingkat kebenaran dan keteguhan mereka.
Kemudian Allah memberikan contoh pada ayat selanjutnya, mulai dari kisah Saad bin Abi Waqqash yang diuji dengan orang tuanya (ayat 8) dan kisah para nabi
- Nuh — berdakwah 950 tahun tetapi hanya sedikit yang beriman. (ayat 14-15)
- Ibrahim — ditentang oleh kaumnya dan bahkan dibakar. (ayat 16-24)
- Lut — ditolak oleh masyarakatnya. (ayat 28-35)
- Syu'aib — didustakan oleh kaumnya. (ayat 36-37)
- Musa — menghadapi kesombongan Firaun. (ayat 39)
Semua kisah ini punya pola yang sama:
1️⃣ Nabi berdakwah
2️⃣ Kaum menolak
3️⃣ Nabi bersabar
4️⃣ Allah akhirnya menolong.
Kemudian Allah memberi perumpaan tentang rumah laba laba yang rumit namun sangat rapuh, hal ini menegaskan kepada nabi Muhammad dan umat Islam bahwa kalau hanya mengandalkan dunia, menolak kebenaran (akhirat) maka akan mudah hancur sebagaimana kisah para pembangkang nabi yang di atas.
Lantas Allah memberi penegasan kepada tauhid (ayat 42-68), kemudian ditutup dengan ayat 69 yang sudah ditulis pada awal tadi. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan ,
- “dan orang-orang yang berjihad untuk di jalan Kami,” yaitu mereka yang berhijrah fi sabilillah dan berperang melawan musuh-musuh mereka serta mengorbankan segenap kemampuan mereka dalam rangka mencari keridhaanNya,
- “benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami,” maksudnya, jalan-jalan yang dapat mengantarkan mereka kepada Kami. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang berbuat kebajikan, sedangkan Allah selalu bersama orang-orang yang berbuat kebajikan; memberikan pertolongan, kemenangan, dan hidayah.
Ath-Thabari menjelaskan dalam tafsirnya jihad di sini dimaknai jihad perang, tapi bila melihat konteks turunnya ayat maka jihad di sini bermakna lebih luas. Tidak hanya peperangan tapi juga mencakup berbagai macam kesungguhan menempuh kebaikan semisal amar ma’ruf nahyi munkar yang merupakan tujuan utama jihad perang, mujahadah nafsi atau berjihan mengendalikan hawa nafsu, termasuk di dalamnya berjihad memperbanyak amal ibadah, shalat malam, puasa sunnah dan infaq sedekah.
Lebih lanjut Syaikh as Sa'di menjelaskan bahwa manusia yang paling mungkin mendapatkan kebenaran adalah para pejuang (mujahid); dan siapa saja yang berbuat ihsan di dalam mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya, niscaya dia ditolong oleh Allah dan dimudahkan baginya segala sebab yang dapat mengantarnya kepada hidayah; dan bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh dan berijtihad dalam menuntut ilmu syar’i, maka dari hidayah dan pertolongan itu ia akan memperoleh perkara-perkara ilahi yang berada di luar jangkauan kemampuan kesungguhannya, masalah ilmu dijadikan mudah baginya.
Jadi bisa penulis simpulkan, alur dalam surat al Ankabut
- Iman akan diuji >>> para nabi juga diuji
- Dunia itu rapuh >>> tetapi siapa yang berjuang mencari Allah, Allah pasti menunjukkan jalan kepadanya.
Sudah banyak kisah para umat terdahulu tentang jaminan janji Allah ketika kita berjuang di jalan Allah, akan Allah mudahkan jalannya dan ditolong oleh Allah, lantas selanjutnya setelah mengetahui akan hal itu, maka seharusnya kita amalkan.
Ada sebuah nasehat dari Abdullah bin Mubarak من عمل بما علم أورثه الله علم ما لم يعلم
“Siapa yang mengamalkan ilmu yang ia ketahui, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.”
Allahu a'lam
Jawa Tengah, 9 Maret 2026/20 Ramadan 1447
Kereta Api Airlangga
Ulul Albab
Sumber
Tasfir as Sa'di >> Referensi: https://tafsirweb.com/7295-surat-al-ankabut-ayat-69.html
Tafsir as Sa'di >> Referensi: https://tafsirweb.com/7228-surat-al-ankabut-ayat-2.html
https://pesantrenbik.com/kajian-tafsir/di-bawah-naungan-ujung-surah-al-ankabut/

Comments
Post a Comment
Mari berkomentar dengan baik dan bijak.....