Posts

Showing posts with the label hikmah

Menyikapi Perbedaan Bagian Dua (Secuil Kisah dari Abdullah bin Mas'ud dan Abu Musa Al Asy'ari)

Image
Menyambung artikel sebelumnya tentang sebuah perbedaan dalam ibadah, bisa dibaca dahulu di sini , maka apakah semua lantas disikapi boleh tiap ada perbedaan? Atau ada kriteria selanjutnya? Penulis jadi inget ketika penulis ikut halaqah yang membahas kitab Fadhlul Islam  karya Syaikh Muhammad at Tamimi. Disebutkan pada bab terakhir, bab 13, ada kisah antara Abdullah bin Ma'sud dan Abu Musa Al Asy'ari yang diriwayatkan oleh ad Darimi, ketika menjelang shalat subuh, para murid Abdullah bin Mas'ud yang duduk melingkari depan rumah beliau melihat Abu Musa Al Asy'ari datang ke rumah beliau.  "Apakah Abu Abdirrahman sudah keluar menemui kalian?" Mereka menjawab, "Belum." Maka Abu Musa pun duduk bersama mereka menunggu kedatangan Abu Abdirrahman, yaitu Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu. Tidak lama kemudian beliau datang, lalu semua yang hadir berdiri dan menghampirinya. Abu Musa berkata, "Wahai Abu Abdirrahman, baru saja aku melihat suatu p...

Menyikapi Perbedaan (Salah satu cuplikan kisah Pengepungan Bani Quraizah)

Image
Setelah Perang Ahzab berakhir dan pasukan sekutu Quraisy mundur dengan kegagalan, Rasulullah ﷺ kembali ke Madinah bersama para sahabat. Sesampainya di rumah, Rasulullah ﷺ meletakkan senjata dan beristirahat sejenak sebagaimana para sahabat lainnya. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba Malaikat Jibril datang menemui Rasulullah ﷺ. Dengan penuh ketegasan ia berkata, “Apakah engkau telah meletakkan senjata? Demi Allah, para malaikat belum meletakkan senjata mereka." Jibril kemudian memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk segera bergerak menuju Bani Quraizhah, suku yang telah berkhianat pada saat Madinah berada dalam kondisi paling genting. Jibril juga menyampaikan bahwa para malaikat akan mengawal pasukan kaum Muslimin, menghancurkan benteng-benteng musuh, dan menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka. Tanpa menunda waktu, Rasulullah ﷺ segera mengumpulkan para sahabat dan memerintahkan mereka untuk bersiap bergerak menuju perkampungan Bani Quraizhah. Anas bin Malik radhiya...

Nasehat Saat Momen Checkpoint (Nasehat dari Khutbah Idul Fitri)

Image
Alhamdulillah sampai kita di bulan Syawwal pada hari ini, hari ini banyak umat muslim yang melaksanakan sholat id dan mengumandangkan takbir id. Selepas sebulan penuh kita berpuasa dan digembleng di bulan Ramadan, maka seperti yang sudah kita bahas, kita baru akan mengalami ujian sebenarnya. Pada hari ini, penulis banyak mendapat nasehat dari khutbah Idul Fitri tadi pagi yang disampaikan oleh Ustadz Drs. H. M. Ghozali, M.Si., yang dilaksanakan di halaman Stadion Moh. Sarengat Batang. Beliau menjelaskan bahwa selepas bulan Ramadan, diperlukan 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu tingkatkan, istiqomahkan, dan tawakkal. Tingkatkan! Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelum ini, salah satu ciri diterimanya amalan seseorang adalah meningkatnya amalan tersebut atau terjaganya amalan tersebut (lebih rinci baca di  sini  ). Ustadz Ghozali menyebutkan ada setidaknya 5 amalan yang harusnya bisa terus ditingkatkan dan dilaksanakan di luar bulan Ramadan, yaitu 1. Puasa Setelah berpua...

Move On Saudaraku! Ini Baru yang Namanya Ujian

Image
Sampailah kita ini di hari terakhir bulan Ramadan , bulan yang di mana mudah sekali untuk berbuat amal sholih, kebajikan, dan sangat mudah untuk menghindari amal yang jelek. Bulan di mana keberkahan dibuka seluas luasnya, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Yaa, bulan ini akan meninggalkan kita. Setelah 30 hari lamanya kita dibentuk, mulai dari bangun sahur, dilanjut sholat subuh berjamaah, mendengarkan kuliah subuh, lanjut puasa seharian penuh, ditutup dengan menunggu buka puasa, sholat maghrib berjamaah, lantas shalat isya dan dilanjut qiyamul lail minimal 11 rakaat; kita secara tidak sadar sangat dimudahkan menjalankan amalan itu, namun hari ini bulan Ramadan akan meninggalkan kita.  Apakah dengan selesainya bulan ini, ujian kita sudah selesai? Ternyata tidak, ternyata ujian sebenarnya baru muncul setelah bulan Ramadan selesai. Apakah dengan selesainya bulan Ramadan ini, amalan kita yang capek capek kita jalani otomatis diterima oleh Allah? Apakah dengan selesainya bul...

Jangan Tergesa-gesa

Image
Tulisan edisi-edisi terakhir ini menyambung tulisan sebelumnya yang berjudul "Utamakan Bersabar", teman teman bisa membacanya di sini Allah berfirman (Al Qiyamah 16-19) لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ 16. Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ 17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. فَإِذَا قَرَأْنَٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ 18. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُۥ 19. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. Dalam hadits Shahih Bukhari disebutkan kisah bahwa ada suatu peristiwa di mana Rasulullah dikarenakan  keinginannya sangat kuat untuk menghafalkan wahyu yang turun sambil menggerak-gerakkan kedua bibir beliau.  Sampai Allah pun menurunkan wahyu, “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an kar...

Sudah Seharusnya Menyadari Diri Sendiri

Image
Di ujung bulan Ramadan kali, sudahkah kita melihat amal amal kita dalam sebulan kawan. Apakah amal yang kita perbuat ini niatnya gimana? Masihkah ikhlas atau sudah belok? Masihkah ada kesadaran diri kita dalam beramal atau sudah auto pilot sendiri? Sudahkah amal kita ini berkualitas atau karena hanya rutinitas saja? Di dalam surat Al Hasyr, yang diawali dengan kisah pengusiran Yahudi Bani Nadhir ini ada sebuah ayat yang membuat penulis terpecut akan semua yang sudah penulis lakukan selama 28 hari Ramadan ini.  يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Al Hasyr 18 ) Ayat ini didahului dengan perintah bertakwa dan ditutup pula dengan...

Allah yang Cukupkan

Image
Ada sebuah surat yang menjadi salah satu favorit penulis, yaitu surat an Najm. Sampailah pada ayat 43-45 dan 48, Allah memberikan dua perbandingan pada setiap ayatnya yang kelihatannya berlawananan. 1️⃣ Ayat 43 — Allah yang membuat manusia tertawa dan menangis وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى “Dan Dialah yang menjadikan manusia tertawa dan menangis.” kegembiraan manusia berasal dari Allah kesedihan juga berada dalam kehendak Allah Hikmah: Kadang manusia merasa dirinya yang membuat bahagia , padahal sebenarnya Allah yang menciptakan rasa itu di dalam hati. 2️⃣ Ayat 44 — Allah yang mematikan dan menghidupkan وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا Allah yang menentukan kematian Allah yang memberi kehidupan Tidak ada makhluk yang mampu menahan kematian ketika waktunya tiba. 3️⃣ Ayat 45 — Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى Allah yang menentukan jenis manusia, laki-laki dan perempuan adalah ciptaan-Nya ...

Teladan Cara Berdakwah dari Saudaranya Fir'aun

Image
Ternyata tidak semua yang berhubungan dengan Fir'aun itu kafir, ada juga saudaranya yang mukmin dan menjadi pembela nabi Musa dan nabi Harun ketika berdakwah. Selain beriman kepada dua nabi tersebut, saudara Fir'aun itu pula selalu berusaha membela mereka. Hingga puncaknya seperti yang dijelaskan dalam surat Ghafir 26  وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِىٓ أَقْتُلْ مُوسَىٰ وَلْيَدْعُ رَبَّهُۥٓ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَن يُظْهِرَ فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْفَسَادَ Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi". Kemudian dijelaskan di ayat selanjutnya dari 28 sampai 44 tentang cara lelaki saudara fir'aun ini dalam berdakwah. وَقَالَ رَجُلٌ مُّؤْمِنٌ مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَٰنَهُۥٓ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّىَ ٱللَّهُ وَقَدْ جَآءَكُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ مِن رَّبّ...

Ujian dan Pertolongan Allah itu Pasti

Image
Penulis jadi mengingat sebuah surat dalam Al Qur'an yang membentuk pola yang bagus dari segi hikmahnya dan semuanya terjamin di ujung surat tersebut, ayatnya berbunyi وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Ankabut 69) Yap surat ini ada sebuah pola bagus yang seakan akan menjadi penjabaran ayat di atas, yang mana surat al Ankabut dimulai dengan pertanyaan أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ( al Ankabut ayat 2 ) dan dijelaskan oleh para ulama bahwa setiap mukmin pasti diuji agar menjadi jelas tingkat kebenaran dan keteguhan mereka. Kemudian Allah memberikan contoh pada ayat selanjutnya, mulai dari kisah Saad bin Abi Waqqash yang diuji dengan orang tuanya (ayat 8) dan kisah para...

Hati Hati dalam Bersahabat

Image
Pada al Furqon 27-29 وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا Dan (ingatlah) pada hari ketika orang yang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata,  "Wahai, sekiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul."   "Celaka aku! Sekiranya dahulu aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman akrabku." "Sungguh dia telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Qur'an) setelah peringatan itu datang kepadaku."  Dan setan itu memang selalu mengecewakan manusia. Ayat ini dijelaskan oleh Abdullah bin Abbas berkaitan dengan kisah Uqbah bin Abi Mu'ith. Pada masa Rasulullah masih berdakwah di Makkah, dikenallah sosok kaum musyrik yang menjadi pembesar kaum Quraisy bernama Uqbah bin Abi Mu’ith . Ia sebenarnya pernah tertarik dengan dakwah Rasulullah...

Meneladani Cara Nabi Zakariya Berdoa

Image
Pada hari ini sampailah pada surat Maryam yang dimulai dengan permintaan hamba Allah yaitu nabi Zakariya  رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا ۝ وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَٰلِيَ مِن وَرَآئِي وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا ۝ يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا “Wahai Rabbku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Rabbku. Dan sungguh aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak. Yang akan mewarisiku dan mewarisi keluarga Ya‘qub, dan jadikanlah ia, wahai Rabbku, seorang yang diridhai.” (Maryam 4-6) Mari kita perhatikan bagaimana Nabi Zakariya memulai doanya dengan menyebutkan seluruh kekurangan dan kelemahannya sertau menyatakan prasangka baik kepada Allah dan bahwabdiriny...