Nabi saja Berdoa, Apalagi Kita?


Al Qur'an surat Yusuf ayat 30-33 menceritakan tentang kisah nabi Yusuf yang digoda oleh istri al Aziz dan kabar hal itu yang tersebar seantero Mesir. Para waita Mesir menggunjingkan akan hal itu dan melimpahkan kesalahan itu ke istri al Aziz

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

Kemudian istri al Aziz mengundang komunitas itu dalam sebuah jamuan untuk berkumpul dan sekadar melihat ketampanan nabi Yusuf

فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

Maka tatkala wanita itu mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia".

Diteruskan di ayat selanjutnya bahwa istri al Aziz berkata

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِى لُمْتُنَّنِى فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ فَٱسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِّنَ ٱلصَّٰغِرِينَ

Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina".

Seakan akan dia berkata "Lihatlah reaksi kalian ketika melihatnya, padahal kalian baru pertama kali dan hanya sesaat melihatnya, maka bayangkan diriku yang bertahun tahun hidup seatap dengannya, bukankah sangat wajar jika akhirnya aku takluk padanya." Secara tak langsung dia tidak malu lagi mengakui perbuatannya yang menggoda nabi Yusuf.

Bahkan istri al Aziz tidak malu lagi dan mengancam kembali nabi Yusuf untuk memenuhi keinginan syahwtanya, dijelaskan  bahwa yang merayu tidak hanya istri al Aziz, melainkan juga para tamunya

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh".

Nah di ayat ini yang ingin penulis bahas, ayat ini menjadi dalil bahwa nabi Yusuf bukanlah orang yang ujub dengan keimanannya, padahal beliau seorang nabi dan rasul tapi beliau tetap meminta kepada Allah untuk memberinya perlinduangan karena beliau khawatir dirinya akan takluk oleh rayuan para wanita tersebut. Bahkan beliau memohon agar dipenjarakan saja, sehingga secara fisik terpisah dari para wanita tersebut dan demi menjaga keimanan serta kehormatan dirinya.

Ustadz Johan Saputra Halim, MHI menjelaskan bila seorang Nabi saja untuk bersabar dalam ketaatan dan bersabar dalam menjauhi maksiat beliau meminta pertolongan kepada Allah, apalagi kita sebagai manusia biasa yang lebih mudah tergoda dan terbuai akan duniawi.


Sedikit tambahan, pada kisah ini merupakan contoh dari sabar ikhtiar, ustadz Johan menjelaskan bahwa Ibnu Qayyim merinci jenis 2 kesabaran

1️⃣ Sabar Ikhtiar (صبر الاختيار)
Definisi:
Sabar yang dilakukan secara pilihan dan kesadaran, karena dorongan iman.
Artinya seseorang sebenarnya mampu melakukan maksiat atau meninggalkan ketaatan, tetapi ia memilih bersabar.
Contoh:
• Menahan diri dari ghibah padahal mampu melakukannya
• Bangun tahajud meski berat
• Menolak suap saat ada kesempatan
👉 Ini termasuk sabar yang paling tinggi, karena ada perjuangan melawan hawa nafsu.
Dalam pembahasan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, jenis ini masuk dalam sabar terhadap ketaatan dan sabar dari maksiat — dan nilainya besar karena ada mujahadah.

2️⃣ Sabar Iḍṭirār (صبر الاضطرار)
Definisi:
Sabar yang terjadi karena terpaksa, tidak ada pilihan lain.
Contoh:
• Orang miskin “sabar” tidak berzina karena tidak mampu menikah dan tidak punya kesempatan
• Seseorang tidak mencuri karena tidak ada peluang
👉 Ini tetap baik, tetapi nilainya tidak seperti sabar ikhtiar, karena tidak ada pergulatan kuat antara iman dan hawa nafsu.


Alhamdulillah kali ini kita masih bertemu bulan Ramadan, di mana saat ini merupakan kesempatan untuk belajar sabar, karena pada puasa terkumpullah amalan kesabaran. 
Semoga kita selalu bisa bersabar dan jangan lupa untuk selalu meminta doa kepada Allah agar diberi keistiqomahan dalam kebaikan.
(Mungkin teman teman ingin membaca kiat istiqomah, bisa dibuka di sini )

Batang, 25 Februari 2026/ 8 Ramadan 1447
Rumah Tercinta


Ulul Albab

Sumber
Kajian Ustadz Johan Saputra Halim, MHI tentang jenis kesabaran
Buku Mendulang Mutiara Faedah dari Kisah Para Nabi dan Rasul karya Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA.
Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin (link di bawah)
Referensi: https://tafsirweb.com/3771-surat-yusuf-ayat-33.html
Referensi: https://tafsirweb.com/3770-surat-yusuf-ayat-32.html
Referensi: https://tafsirweb.com/3769-surat-yusuf-ayat-31.html
Referensi: https://tafsirweb.com/3768-surat-yusuf-ayat-30.html

Comments

Popular posts from this blog

Tutupilah Celah Maksiat dan Penghalang Ketaatan

Teladan Cara Berdakwah dari Saudaranya Fir'aun

Sekali Lagi Tentang Bersabar

Diskusi Bapak dan Anak

Perkecambahan Tanaman