Posts

Showing posts with the label sabar

Sekali Lagi Tentang Bersabar

Image
Bulan Ramadan memang bulan yang sangat cocok untuk belajar akan kesabaran, dalam hadits disebutkan bahwa " puasa adalah separuh kesabaran" (HR Tirmidzi) . Kali ini penulis ketemu lagi dengan ayat-ayat yang ternyata kisah dibaliknya sangat mengajarkan kesabaran, iya sabar. Sampai sudah beberapa kali penulis mencatatkan tema tentang "sabar" sampai saat ini. Ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa " Sabar adalah separuh iman" , maka bari kita mulai kisah tentang kesabaran berikutnya. Kali ini, penulis sampai pada juz 26 , ada satu surat full yang turun secara penuh setelah terjadinya perjanjian Hudaibiyah, yaitu surat al Fath ayat 1-29 . Para ulama menjelaskan bahwa surat ini menjadi jaminan kepada kaum muslimin bahwa kaum muslimin akan memperoleh kemenangan yang nyata dan bahkan melebihi keuntungan yang didapat dari umroh pada tahun tersebut. Bisa dibilang surat ini turun sebagai penawar kekecewaan bagi kaum muslimin yang awalnya kuran...

Kesombongan Menghalangi Petunjuk dan Susahnya Bersabar dengan Orang-orang Shalih

Image
 قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ ١١١ قَالَ وَمَا عِلْمِى بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ١١٢ إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّى ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ ١١٣ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ١١٤ Mereka berkata, "Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?" Dia (Nuh) menjawab, "Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari. Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. ( Asy Syu'ara 111-114 ) Ketika Nabi Nuh berdakwah sangat lama, dan pengikutnya kebanyakan adalah orang orang lemah, miskin, dan sederhana , para pemuka dan orang kaya dengan sombongnya datang ke Nabi Nuh dan berkata   قَالُوٓا۟ أَنُؤْمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلْأَرْذَلُونَ Karena mereka merasa tidak pantas untuk duduk bersama para rakyat jelata. I bnu Katsir menjelaskan bahwa mereka mau beriman kalau nabi Nuh mau mnegusir para pengiku...

Utamakan Bersabar

Image
Allah berfirman خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ “Manusia diciptakan bersifat tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku, maka janganlah kamu meminta kepada-Ku agar disegerakan.” ( Al Anbiya 37) Ayat ini turun dalam konteks orang-orang yang tergesa meminta azab atau meminta pembuktian cepat atas janji Allah. Namun secara umum ayat ini menjelaskan tabiat dasar manusia: suka terburu-buru. Berikut beberapa pelajaran (hikmah) dari ayat ini:  1. Tabiat manusia cenderung tergesa-gesa Allah menjelaskan bahwa manusia memiliki  fitrah ingin cepat : ingin hasil cepat ingin masalah cepat selesai ingin doa cepat dikabulkan Karena itu manusia harus  melatih sabar , sebab sifat alami ini perlu dikendalikan. 2. Tidak semua yang kita inginkan baik jika disegerakan Kadang manusia ingin sesuatu cepat terjadi , padahal belum waktunya. Allah menunda karena: belum baik waktunya belum siap manusianya ada hikma...

Nabi saja Berdoa, Apalagi Kita?

Image
Al Qur'an surat Yusuf ayat 30-33 menceritakan tentang kisah nabi Yusuf yang digoda oleh istri al Aziz dan kabar hal itu yang tersebar seantero Mesir. Para wanita Mesir menggunjingkan akan hal itu dan melimpahkan kesalahan itu ke istri al Aziz وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata". Kemudian istri al Aziz mengundang komunitas itu dalam sebuah jamuan untuk berkumpul dan sekadar melihat ketampanan nabi Yusuf فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِي...

Prognosis, Takdir, Ikhtiar, dan Sabar

Image
Tak jarang ketika bekerja di IGD sebagai dokter, penulis menemui di mana pasien tiba dengan kondisi yang sangat gawat darurat, atau dalam kajian kedaruratan masuk kriteria triase merah, mulai dari kondisi ancaman gagal nafas yang serius, penurunan kesadaran yang tidak jelas penyebabnya, atau resiko henti jantung yang tinggi. Di saat itulah, keluarga pasien atau bahkan sekadar orang yang mengantar walau bukan siapa siapanya sangat berharap besar kepada kami tenaga Kesehatan yang berada di IGD. Istilah orang awamnya itu nyawa di tangan kami, padahal kurang tepat. Di saat kondisi krusial seperti itu, penting sekali menekankan akan penglurusan takdir. Seniorku seorang konsulan penyakit dalam di rs tempatku bekerja pernah memberikan nasehat “ketika datang pasien dengan kondisi yang buruk atau ada peluang perburukan, maka sampaikan dengan sejelas jelasnya ke keluarga pasien akan kondisi itu, katakanlah kemungkinan terburuk terlebih dahulu yang bisa terjadi, lalu sampaikan resiko tindakan dan...

Kun Fayakun

Image
Rencana bolehlah kita susun sangat merinci dan sangat matang,  Kita mungkin berpikir setelah ini berhasil, selanjutnya ke bagian itu dan seterusnya Kita juga berusaha mati-matian buat mewujudkannya. Hingga hari eksekusi, yang ini sudah berhasil, yang itu juga, harapannya ini dan itu berefek bisa menghasilkan yang dituju Namun, qadarullah, Maha Besar Allah, sungguh mudah bagi Allah untuk merubah hasil dari rencana kita.  Sematang-matangnya rencana kita, namun bila Allah belum menghendaki, maka sangat mudah itu tidak terjadi, begitu pula sebaliknya, sejauh-jauhnya kita menghindar, namun bila Allah menghendaki terjadi, maka terjadilah. . إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير Sama seperti halnya rencanaku minggu ini, di rencanaku, aku hari selasa rabu menyelesaikan ujian dan tugas-tugas, agar kamis sudah bebas dan jumat bisa menyongsong liburan stase yang ada dengan tenang Namun qadarullah, pandemi yang melanda ternyata mampir sejenak ke tim kami, maka Kun Fayakun , rencana yang...

Bersabarlah, Jangan Menyerah!!!

Image
((Sebuah renungan dari kisah perang mu'tah)) Suatu hari, datanglah seorang mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi kepada dosen pembimbing. Dia mengeluhkan susahnya mencari subjek penelitian yang akan digunakan dalam skripsi dirinya kepada sang dosen. Selain itu dia juga mengeluhkan semua kendala yang tiba-tiba muncul secara berurutan dan terus menerus bahkan dia merasa sudah tidak kuat menghadapinya.  “Ingin rasanya saya mundur sahaja dari perjuangan ini pak”, ujarnya ke sang dosen. Mendengar hal itu, sang dosen mengajak anak bimbingannya itu untuk duduk dan mulailah dia menceritakan suatu kejadian di masa lampau. “Dek, jaman dulu…. Rasulullah itu pernah menyuruh para sahabatnya untuk menuntut balas kemarian Harits bin Umair yang dibunuh pasukan Romawi. Maka berangkatklah 3000 orang sahabat menuju bumi Syam.” “apa hubungannya dengan saya pak?” sela mahasiswa tersebut. “Sabar dek, bapak lanjutkan dahulu kisahnya” “3000 sahabat tadi, ketik...