Hati-Hati akan Dzalim
Suatu ketika Abu Bakar Ash Shidiq pernah berselisih paham tentang sebatang pohon kurma yang berada di perbatasan kebunnya antara kebun dia dan kebun Rabi'ah Al Aslami. Abu Bakar meyakini bahwa itu adalah kurma dia, begitu pula Rabi'ah menyakini demikian.
Sampai akhirnya perselisihan itu membuat Abu Bakar secara tidak sengaja mengucapkan perkataan yang kurang pantas kepada Rabi'ah, namun Rabi'ah yang menderngar itu hanya diam saja. Abu Bakar yang menyadari dia yang khilaf mengucapkan ini, langsung memintah Rabi'ah untuk membalasnya. Abu Bakar langsung berkata: “Wahai Rabi‘ah, katakanlah kepadaku seperti yang aku katakan kepadamu, agar menjadi qishash bagiku.”
Rabi‘ah menolak karena sangat menghormati Abu Bakar. Namun Abu Bakar bersikeras. Beliau khawatir jika tidak dibalas di dunia, maka akan dibalas di akhirat. Rabi‘ah tetap menolak untuk membalas. Abu Bakr berkata: “Jika engkau tidak membalasnya, aku akan mengadukanmu kepada Rasulullah ﷺ.”
Abu Bakar langsung pergi ke Rasulullah dengan dibuntuti oleh Rabi'ah. Beberapa kerabat Rabi'ah yang melihat hal itu langsung berkata kepada Rabi'ah "Bukankah dia yang memakimu terlebih dahulu? Kemudian dia pula yang mengadukanmu kepada Rasulullah?". Rabi'ah menjawab ""Celaka kalian! Tidak tahukah kalian siapa dia? Itulah ash-Shiddiq, sahabat terdekat Rasulullah dan orang tua kaum Muslimin. Pergilah kalian segera sebelum dia melihat kalian ramai-ramai di sini.”
Sesampainya pada Rasulullah, Abu Bakar mengadukan kejadian mereka, Rasulullah lantas bertanya kepada Rabi'ah "Apa yang terjadi antara kau dengan ash-Shiddiq?". Rabi'ah menjawab ""Ya Rasulullah, beliau menghendakiku mengucapkan kata-kata makian kepadanya, seperti yang diucapkannya kepadaku. Tetapi, aku tidak mau mengatakannya,"
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Rabi‘ah: “Bagus, jangan engkau membalasnya. Tetapi katakanlah:
غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا أَبَا بَكْرٍ
Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakr.”
Rabi‘ah pun mengucapkannya. Mendengar doa itu, Abu Bakr menangis dan pergi dalam keadaan tenang.
Pada kisah 2 sahabat mulia ini, kita bisa sebagai mengambil pelajaran bahwa
1️⃣ Hendaklah takut akan kezaliman sekecil apa pun.
2️⃣ Hendaklah lebih takut hisab akhirat daripada harga diri dunia.
3️⃣ Mengganti balasan dengan doa adalah sunnah akhlak Nabi ﷺ.
Bila 2 sahabat yang mulia ini saja berbuat demikian akan dosa dzalim, padahal tentunya kebaikan mereka jauh lebih banyak daripada kita, lantas kenapa kita masih dengan santainya melakukan kedzaliman? entah itu disengaja atau tidak disengaja.
Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan kemudahan dalam menjaga diri dari dosa kedzaliman.
Batang, 21 Februari 2026 / 4 Ramadan 1447 H
Rumah Tercinta
Ulul Albab
Sumber
Buku Biografi Abu Bakar Karya Prof Ali Muhammad Ash Shalabi

Comments
Post a Comment
Mari berkomentar dengan baik dan bijak.....